
Pantau - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, mencanangkan Satpol PP sebagai pelopor Gerakan Indonesia Asri di Situ Gede, Bogor, dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Safrizal menegaskan Gerakan Indonesia Asri tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara bersama-sama.
Tekankan Empat Prinsip Lingkungan
Safrizal mengatakan gerakan tersebut mengacu pada empat prinsip lingkungan sesuai arahan presiden, yakni aman, sehat, resik, dan indah.
Ia mengajak masyarakat mulai membudayakan penanaman pohon sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan.
“Setiap orang minimal sekali seumur hidup harus menanam pohon. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya baru,” kata Safrizal.
Selain itu, Safrizal mengimbau masyarakat menerapkan prinsip 4R yaitu Reduce, Reuse, Recycle, dan Refuse dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga meminta masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga sesuai kategori untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir atau TPA.
Safrizal mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, serta merawat fasilitas umum.
Pemerintah Daerah Diminta Perkuat Kebijakan Lingkungan
Kepada pemerintah daerah, Safrizal meminta penguatan kebijakan lingkungan melalui penyediaan sarana pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.
Ia menegaskan Gerakan Indonesia Asri yang sebelumnya telah dicanangkan presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah kini mulai diimplementasikan secara nasional.
Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, turut hadir dalam kegiatan pencanangan tersebut.
Pemerintah berharap Gerakan Indonesia Asri dapat menjadi budaya kebersihan baru di tengah masyarakat dan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Safrizal juga memperingatkan ancaman darurat sampah nasional yang terus meningkat setiap tahun.
Ia menyebutkan pada awal 2026 timbunan sampah di Indonesia telah mencapai 26 juta ton dengan 56,72 persen di antaranya berasal dari rumah tangga.
Jika tren peningkatan sampah tidak terkendali, kapasitas TPA di berbagai daerah diperkirakan penuh sebelum tahun 2030.
- Penulis :
- Shila Glorya





