
Pantau - Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i mengapresiasi pelaksanaan Indonesia Walk For Peace atau IWFP sebagai wujud nyata nilai toleransi umat beragama.
IWFP merupakan gerakan berjalan lintas daerah yang dilakukan para Bhikkhu untuk membawa pesan perdamaian, persaudaraan, dan harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia.
“Semua ajaran agama mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan hawa nafsu, menebarkan kedamaian, serta membangun kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sebenarnya sudah hidup di Nusantara sejak ratusan tahun lalu,” kata Muhammad Syafi’i.
Ia menjelaskan kerukunan umat beragama yang terbangun saat ini lahir dari pelaksanaan ajaran agama yang dijalankan dengan baik oleh masyarakat.
Pemerintah disebut hadir untuk memperkuat dan menjaga toleransi agar tetap terpelihara di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami melihat perjalanan ini mendapat dukungan dari kepala daerah dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Hal itu menjadi bukti bahwa seluruh agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang,” ujar Muhammad Syafi’i.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan IWFP bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga simbol perdamaian yang dipancarkan dari Bali kepada masyarakat luas hingga dunia internasional.
“Kegiatan tersebut tidak semata-mata merupakan kegiatan fisik maupun kegiatan keagamaan yang sakral, tetapi juga membawa pesan perdamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi empat provinsi. Kami yakin kegiatan ini akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” kata I Wayan Koster.
Menurut I Wayan Koster, semangat perjalanan damai itu sejalan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya.
Nilai toleransi dan kedamaian dinilai menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi kita semua untuk hidup dalam toleransi dan kedamaian,” ujar I Wayan Koster.
Perjalanan IWFP dilakukan dalam rangka memperingati Hari Waisak dan melewati Thailand, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga berakhir di Candi Borobudur.
Kabupaten Buleleng menjadi salah satu titik pemberhentian IWFP, tempat para Bhikkhu singgah dan bermalam di Brahmavihara Arama.
- Penulis :
- Gerry Eka





