HOME  ⁄  Nasional

Tim Gabungan Intensif Tangani Banjir Bandang di Bone yang Tewaskan Dua Warga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tim Gabungan Intensif Tangani Banjir Bandang di Bone yang Tewaskan Dua Warga
Foto: (Sumber: Sejumlah anggota tim SAR gabungan membantu mengevakuasi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Basarnas Sulsel.)

Pantau - Tim gabungan terus melakukan penanganan intensif terhadap banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Penanganan dilakukan dengan membantu evakuasi warga terdampak serta menyalurkan bantuan darurat di lokasi banjir.

Kepala Operasional Basarnas Sulsel Andi Sultan mengatakan aparat dari berbagai instansi diterjunkan dalam operasi penanganan banjir tersebut.

"Aparat dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Brimob, Satpol PP, hingga relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi warga terdampak dan menyalurkan bantuan darurat di lokasi banjir," kata Andi Sultan.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang disertai pasang air laut sehingga merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.

Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai dua meter sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan banyak warga terjebak di dalam rumah.

Tim SAR Evakuasi Warga dengan Perahu Karet

Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga terutama lansia, anak-anak, dan masyarakat di kawasan genangan tinggi seperti Kelurahan Bajoe dan Panyula.

Sejumlah warga juga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko banjir susulan.

Selain evakuasi, petugas mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya kepada warga terdampak.

Posko siaga bencana juga didirikan untuk memudahkan koordinasi penanganan dan pendataan korban banjir.

Curah Hujan Tinggi dan Pasang Laut Picu Banjir

Andi Sultan menjelaskan banjir dipicu curah hujan tinggi yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut sehingga aliran air tersendat dan meluap ke permukiman warga.

Petugas hingga kini masih bersiaga di sejumlah lokasi rawan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang belum stabil.

Dalam peristiwa banjir bandang tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini fokus mempercepat penanganan dampak banjir dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Penulis :
Gerry Eka