
Pantau - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM RI Perwakilan Papua menyesali terjadinya kericuhan setelah laga play off promosi Liga 2 Championship antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kepala Perwakilan Komnas HAM RI Papua Frits Ramandey mengatakan pihaknya datang ke Stadion Lukas Enembe untuk melakukan pemantauan terhadap dampak kericuhan tersebut.
"Yang pertama kami menyesali tragedi ini, adanya kericuhan di sepak bola sehingga kami ke Stadion Lukas Enembe hari ini untuk melakukan pemantauan terhadap efek dari kejadian ini," kata Frits Ramandey.
Komnas HAM Papua mengapresiasi aparat kepolisian yang dinilai mampu mengendalikan massa yang melakukan tindakan anarkis berupa perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan roda dua maupun roda empat setelah pertandingan.
Frits Ramandey menyebut pihaknya menemukan tabung gas air mata di lokasi kejadian, namun menilai tindakan tersebut perlu diambil aparat berdasarkan video-video yang beredar.
"Memang kami menemukan tabung gas air mata, namun ketika kami melihat dari berbagai video yang beredar, tindakan itu memang harus diambil oleh polisi," ujar Frits Ramandey.
Komnas HAM Dalami Penyebab Kericuhan
Komnas HAM Papua menilai peristiwa kericuhan tersebut tidak bisa berdiri sendiri dan memiliki hubungan sebab-akibat sehingga panitia penyelenggara serta operator liga dinilai turut bertanggung jawab.
Frits Ramandey mengatakan pihaknya akan mendalami penyebab kericuhan karena ditemukan banyak kendaraan yang terbakar di area stadion.
Komnas HAM Papua mencatat sebanyak 30 kendaraan terbakar dalam kericuhan tersebut yang terdiri atas 20 mobil dan 10 kendaraan roda dua.
Selain kendaraan terbakar, sejumlah fasilitas di Stadion Lukas Enembe juga mengalami kerusakan akibat aksi massa.
Komnas HAM Soroti Penggunaan VAR
Komnas HAM Papua menyatakan akan mencari faktor pemicu kericuhan, termasuk meminta penggunaan video assistant referee atau VAR dalam pertandingan sepak bola.
Menurut Frits Ramandey, evaluasi terhadap sistem pertandingan perlu dilakukan selain faktor kekalahan Persipura Jayapura dalam laga tersebut.
"Kami juga akan mencari apa yang menjadi faktor pemicu terjadinya kericuhan termasuk meminta penggunaan video assitant referee (VAR) selain kekalahan dari tim Persipura Jayapura," ungkap Frits Ramandey.
- Penulis :
- Gerry Eka





