HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Bali Ajak Masyarakat Dukung Perjalanan Damai Para Biksu IWFP 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gubernur Bali Ajak Masyarakat Dukung Perjalanan Damai Para Biksu IWFP 2026
Foto: (Sumber: Gubernur Bali Wayan Koster ajak masyarakat dukung perjalanan spiritual para biksu IWFP 2026 yang melintasi Bali, Buleleng, Sabtu 9/5/2026. ANTARA/HO-Pemprov Bali.)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui para biksu peserta Indonesia Walk For Peace atau IWFP mendukung perjalanan spiritual tersebut.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk mendukung agar semua berjalan dengan lancar dan sukses, kita ikut mendoakan agar perjalanan 20 hari ini berjalan lancar, selamat sampai tujuan tanpa hambatan apa pun,” kata Wayan Koster.

Saat melepas perjalanan para biksu dari Brahma Vihara Arama, Koster menyampaikan rasa hormat kepada seluruh peserta yang menjalani perjalanan panjang dengan semangat dan disiplin spiritual.

“Kita respect, kita hormat semuanya, tepuk tangan untuk para biksu yang mulia,” ujar Wayan Koster.

Menurut Koster, perjalanan spiritual sekaligus kampanye perdamaian IWFP 2026 selaras dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Sebanyak 50 biksu dari Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia, dan Indonesia memulai perjalanan dari Bali menuju Candi Borobudur.

Para biksu menempuh perjalanan ribuan kilometer dengan berjalan kaki selama kurang lebih 20 hari.

IWFP 2026 Disebut Simbol Perdamaian dan Toleransi

Koster menilai IWFP 2026 bukan sekadar ritual keagamaan umat Buddha, tetapi simbol toleransi, persaudaraan, dan pesan perdamaian dunia yang dipancarkan dari Bali.

“Ini sesuatu yang sangat-sangat sakral, yaitu kegiatan perjalanan suci dalam rangka perayaan Hari Waisak yang jatuh pada tanggal 31 Mei, berangkat 9 Mei dan direncanakan tiba tanggal 28 Mei, kurang lebih 20 hari perjalanan, ini adalah satu tekad, satu niat mulia, suci, luar biasa baru pertama kali kita melihat kegiatan seperti ini,” ungkap Wayan Koster.

Pemerintah Provinsi Bali meyakini perjalanan suci para biksu akan menarik perhatian masyarakat internasional karena membawa pesan universal tentang perdamaian dan toleransi.

Koster berharap perjalanan damai tersebut menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Bali, Indonesia, dan dunia internasional untuk menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Semoga kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini betul-betul menjadi sumber inspirasi bagi kita semua, tidak saja masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat dan bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” kata Wayan Koster.

Wamenag Sebut Tradisi Spiritual Biksu Cerminkan Nilai Toleransi

Wakil Menteri Agama R. Muhammad Syafi'i turut hadir dalam pelepasan IWFP 2026 dan menilai tradisi spiritual para biksu menunjukkan nilai toleransi dan kedamaian telah lama hidup di Nusantara.

“Kita mengapresiasi, sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi sebenarnya bangsa ini sudah punya fondasi yang sama yaitu bagaimana umat beragama meninggalkan hawa nafsu dan menebarkan kedamaian,” ujar R. Muhammad Syafi'i.

Ia menegaskan dukungan lintas agama terhadap kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semua agama mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi.

“Nah itu bukti bahwa semua agama kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” ungkap Muhammad Syafi'i.

Penulis :
Gerry Eka