
Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri acara pengajian umum dalam rangka Haul Ke-55 K.H. Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gibran tiba mengenakan kemeja putih dipadukan jas dan celana abu-abu serta kopiah hitam.
Kehadiran Gibran didampingi sejumlah tokoh antara lain Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum M. Hasib Wahab Chasbullah, dan Bupati Jombang Warsubi.
Dalam sambutannya, Gibran mengatakan K.H. Abd. Wahab Chasbullah merupakan tokoh penggerak yang mewariskan semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen kuat untuk kemajuan bangsa.
“Makanya tadi Pak Kiai bilang wajib untuk semua santri di sini, bukan hanya santri Tambakberas ya untuk meneladani Mbah Kiai Wahab. Jadi santri-santri sebagai generasi penerus wajib meneladani beliau,” kata Gibran Rakabuming Raka.
Gibran Soroti Tantangan Global bagi Generasi Muda
Wapres menilai Indonesia membutuhkan generasi muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman.
Gibran menyoroti tantangan global seperti konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim yang harus dihadapi generasi muda dan para santri.
“Karena bapak ibu tahu sendiri sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif dan juga disrupsi teknologi, perubahan iklim. Ini santri-santri harus mampu beradaptasi,” ujar Gibran Rakabuming Raka.
K.H. Abd. Wahab Chasbullah merupakan pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama yang lahir di Jombang pada 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971 dalam usia 83 tahun.
Pada 2014, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada K.H. Abd. Wahab Chasbullah sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan pengabdiannya bagi Indonesia.
Acara haul juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Minggir Sleman Ahmad Muwafiq dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Jember Mushoddiq Fikri Farouq.
- Penulis :
- Gerry Eka





