HOME  ⁄  Nasional

Gibran Bagikan Sepeda untuk Santri di Haul K.H. Abd. Wahab Chasbullah

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gibran Bagikan Sepeda untuk Santri di Haul K.H. Abd. Wahab Chasbullah
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Dua santri menerima sepeda pemberian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat acara pengajian umum dalam rangka Haul Ke-55 KH. Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). (ANTARA/YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia).)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membagikan dua sepeda kepada santri saat menghadiri pengajian umum dalam rangka Haul Ke-55 K.H. Abd. Wahab Chasbullah di Yayasan PP Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Gibran meminta panitia memilih satu santri perempuan dan satu santri laki-laki untuk menerima hadiah sepeda.

Sebelum hadiah diberikan, kedua santri diminta menjawab pertanyaan mengenai alasan mereka bangga menjadi santri.

“Ini tolong nanti dijawab, tidak ada jawaban yang salah ya. Pertanyaannya gampang. Apa yang membuat kamu bangga menjadi santri?” kata Gibran Rakabuming Raka.

Santri laki-laki bernama Ahmad Alfir Ismail asal Magelang menjelaskan dirinya bangga menjadi santri karena termotivasi tiga moto hidup yakni berakhlak, berilmu, dan berkiprah di masyarakat.

“Saya bangga menjadi santri karena dengan santri menjadikan saya termotivasi, terinspirasi dengan tiga moto yang saya pegang teguh dan saya pegang secara kuat, yang pertama yakni berakhlak, berilmu, dan juga berkiprah,” ujar Ahmad Alfir Ismail.

Ahmad menjelaskan selama belajar di pondok pesantren dirinya diajarkan sopan santun dan tata krama oleh para pengasuh serta memperoleh banyak ilmu pengetahuan dari para guru.

Ia juga menilai nilai berkiprah di masyarakat dicontohkan langsung oleh K.H. Abd. Wahab Chasbullah sebagai pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama sekaligus pejuang kemerdekaan Indonesia.

Mendengar jawaban tersebut, Gibran mengaku kagum dan menyamakan jawaban Ahmad seperti debat calon presiden.

“Wah ini kayak debat capres ini,” ungkap Gibran.

Gibran Sebut Santri Calon Pemimpin Masa Depan

Santri perempuan bernama Indy Febrianti Valentina asal Jombang mengatakan dirinya bangga menjadi santri karena selain mencari ilmu juga dididik memiliki akhlak yang baik.

Indy mengatakan seorang santri tidak hanya belajar di pondok pesantren, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

“Seorang santri itu tidak hanya yang menetap di pondok pesantren saja tetapi seorang santri itu yang mau memiliki sifat seperti seorang santri, yaitu dia memiliki adab kepada gurunya dan dia juga setelah keluar dari sekolahnya mencari ilmu dia menerapkan ilmunya di luar sana,” kata Indy Febrianti Valentina.

Menanggapi jawaban kedua santri tersebut, Gibran menilai mereka merupakan calon pemimpin masa depan dan generasi penerus pondok pesantren yang menjanjikan.

“Ini jawabannya bagus-bagus ini. Calon pemimpin semua ini. Jadi tenang saja Pak Kiai, ini generasi-generasi penerusnya luar biasa, jadi masa depan Pondok ke depan cerah,” ujar Gibran Rakabuming Raka.

Dalam sambutannya, Gibran kembali menegaskan K.H. Abd. Wahab Chasbullah merupakan tokoh yang mewariskan semangat persatuan, cinta tanah air, keberanian berpikir maju, dan komitmen untuk kemajuan bangsa.

“Makanya tadi Pak Kiai bilang wajib untuk semua santri di sini, bukan hanya santri Tambakberas ya untuk meneladani Mbah Kiai Wahab. Jadi santri-santri sebagai generasi penerus wajib meneladani beliau,” ungkap Gibran.

Ia menilai Indonesia membutuhkan generasi muda yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi menghadapi perkembangan zaman.

“Karena bapak ibu tahu sendiri sekarang ada konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif dan juga disrupsi teknologi, perubahan iklim. Ini santri-santri harus mampu beradaptasi,” kata Gibran.

Kehadiran Gibran turut didampingi Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum M. Hasib Wahab Chasbullah, dan Bupati Jombang Warsubi.

Penulis :
Gerry Eka