
Pantau - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur mendistribusikan 2.405 tong sampah ke 10 kecamatan guna mendukung program pemilahan sampah dari rumah tangga di Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Kepala Sudin LH Jakarta Timur Julius Monangta mengatakan distribusi tong sampah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya di lingkungan permukiman warga.
"Bentuk dukungan sarana pemilahan sampah baru tong sampah, jadi total 10 kecamatan sudah ada 2.405 unit, dan secara bertahap akan terus ditambah," ungkap Julius Monangta usai meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Monangta, penyediaan tong sampah menjadi langkah awal membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Ia menegaskan distribusi tong sampah tersebut juga merupakan tindak lanjut program pengelolaan sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami berharap keberadaan tong sampah di lingkungan warga dapat mempermudah proses pemilahan sampah sebelum diangkut petugas kebersihan," katanya.
Program Pemilahan Sampah Diperkuat
Program pemilahan sampah rumah tangga tersebut sejalan dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terkait penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir.
"Nanti, penambahannya secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah," ujar Monangta.
Selain mendukung kebersihan lingkungan, Sudin LH Jakarta Timur berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam mengelola sampah.
Sudin LH Jakarta Timur juga tengah mempersiapkan program penggunaan kantong plastik dengan warna berbeda sesuai jenis sampah.
"Kalau kantong plastik berwarna berbeda-beda setiap jenis sampahnya, itu sedang dalam program, sedang diprogramkan. Targetnya, secepatnya, masih pembahasan dengan Dinas LH," tutur Monangta.
Wali Kota Dorong RT dan RW Siapkan Sarana Mandiri
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin turut mendorong pengurus RT dan RW mulai menyiapkan sarana pemilahan sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.
"Seiring berjalan, nanti instruksi tersebut saya sampaikan kepada RT RW, camat, lurah untuk tidak menjadi halangan," kata Munjirin saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati.
Munjirin menjelaskan tahap awal pemilahan sampah dapat dilakukan menggunakan kantong plastik dengan warna berbeda sebagai penanda jenis sampah.
Ia mencontohkan sampah anorganik dapat dimasukkan ke kantong plastik hitam, sedangkan sampah organik menggunakan plastik merah.
Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap dukungan sarana dan prasarana tersebut dapat membuat sistem pemilahan sampah dari rumah berjalan lebih optimal serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





