HOME  ⁄  Nasional

Munjirin Dorong Pasar Kramat Jati Konsisten Pilah Sampah Organik demi Kurangi Beban Bantargebang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Munjirin Dorong Pasar Kramat Jati Konsisten Pilah Sampah Organik demi Kurangi Beban Bantargebang
Foto: (Sumber: Wali Kota Jakarta Timur Munjirin memberikan keterangan setelah meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mendorong Pasar Kramat Jati untuk konsisten melakukan pemilahan sampah organik melalui edukasi dan pendampingan kepada pengelola pasar serta para pedagang.

"Kalau ini lebih fokus ke pengelolaan PD Pasar Jaya-nya. Jadi, kami nanti ikut mendorong PD Pasar Jaya agar konsen dan konsisten melaksanakan pilah sampah ini," kata Munjirin saat meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Senin.

Munjirin mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Timur akan mengasistensi PD Pasar Jaya agar sistem pemilahan sampah dapat diterapkan secara optimal di seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaannya.

Menurut dia, keterlibatan pedagang menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pengelolaan sampah tersebut.

Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik terus dilakukan secara bertahap kepada pedagang dan pengelola pasar.

Pemkot Fokus Terapkan Budaya Pilah Sampah

Munjirin menyebut Pemerintah Kota Jakarta Timur tetap memprioritaskan penerapan budaya pilah sampah di lingkungan permukiman warga mulai dari kawasan RT, RW, hingga kampung-kampung.

"Kalau Pemkot lebih fokus ke perumahan-perumahan, kampung-kampung, RT/RW. Kalau pasar, ada pengelolanya dari PD Pasar Jaya," ujarnya.

Ia menilai pasar menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian khusus karena menghasilkan volume sampah cukup besar setiap hari.

Munjirin juga mengungkapkan Direktur Utama Pasar Jaya telah menyatakan kesiapan menerapkan sistem pemilahan sampah di seluruh pasar yang dikelola perusahaan daerah tersebut.

"Tadi, Pak Dirut sendiri sudah menyanggupi untuk pasar-pasar, semuanya akan melaksanakan proses pilah sampah," ungkap Munjirin.

Sampah Organik Akan Diolah Jadi Pupuk

Program pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati menjadi bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.

Sampah organik nantinya akan diolah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk untuk kebutuhan pertamanan dan penghijauan kota.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut program tersebut merupakan tindak lanjut dari gerakan pemilahan sampah melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang sudah kita canangkan, maka Pemerintah DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai concern untuk penanganan sampah, terutama sampah organik dan anorganik," tutur Pramono.

Pramono menyebut Pasar Kramat Jati menghasilkan sekitar lima ton sampah setiap hari.

Dari total 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya, sekitar 500 ton sampah diangkut ke Bantargebang setiap harinya.

Penulis :
Ahmad Yusuf