HOME  ⁄  Nasional

Legislator DKI Minta Budaya Pilah Sampah Dimulai dari Kantor Pemerintah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Legislator DKI Minta Budaya Pilah Sampah Dimulai dari Kantor Pemerintah
Foto: (Sumber: Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi. ANTARA/HO-DPRD DKI..)

Pantau - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi meminta budaya pilah sampah dimulai dari lingkungan pemerintah, mulai dari kantor kelurahan, kecamatan, hingga seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menjalankan gerakan pilah sampah dari rumah.

Nabilah mengatakan gerakan pilah sampah tidak akan berjalan efektif apabila pemerintah hanya sebatas mengampanyekan tanpa memberikan teladan dalam praktik sehari-hari.

"Kalau ingin masyarakat disiplin memilah sampah dari rumah, maka kantor-kantor dinas pemerintah harus lebih dahulu menjadi contoh. Jangan sampai kampanye gerakan kuat, tetapi praktik di lapangan belum konsisten," kata Nabilah di Jakarta, Senin.

Pemerintah Diminta Jadi Teladan

Nabilah mengaku mendukung penuh instruksi Gubernur DKI Jakarta terkait gerakan pilah sampah dari rumah yang mulai diterapkan sejak 10 Mei 2026.

Namun, ia menilai gerakan tersebut harus dibarengi pengawasan, fasilitas pendukung, serta evaluasi berkala agar tidak berhenti sebagai slogan semata.

Menurut dia, keberhasilan pengurangan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat jika kantor pemerintahan belum menjalankan pemilahan sampah secara optimal.

"Pemerintah harus hadir, bukan hanya lewat imbauan, tetapi lewat contoh nyata. Dari kantor pemerintahan dahulu, baru masyarakat akan percaya dan ikut bergerak," ungkap Nabilah.

Beban Bantargebang Dinilai Terlalu Berat

Nabilah juga menyoroti persoalan sampah di Jakarta yang hingga kini masih bergantung pada penanganan di hilir, khususnya di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ia menyebut akar persoalan sampah berada di hulu karena pemilahan dari sumber masih belum berjalan maksimal.

"Selama sampah dari rumah masih tercampur, maka beban di hilir akan terus menumpuk. Jakarta tidak bisa terus mengandalkan Bantargebang. Ini momentum, kita manfaatkan dengan berbagai cara solutif supaya masalah sampah bisa selesai di hulu," tutur Nabilah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan program pilah sampah dari sumber diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.

"Secara resmi, Pemerintah Jakarta mengadakan kegiatan pilah sampah, sesuai dengan Instruksi Gubernur. Kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah," ujar Pramono.

Menurut Pramono, pemilahan sampah organik dan anorganik akan membuat sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya berupa residu sehingga penanganan sampah di Jakarta menjadi lebih efektif.

Penulis :
Ahmad Yusuf