
Pantau - Kualitas udara Jakarta tercatat menjadi yang terburuk ketiga di dunia pada Senin pagi 11 Mei 2026 berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB.
Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 162 dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 63 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut membuat kualitas udara ibu kota masuk kategori tidak sehat sehingga masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.
Jakarta Kalah dari Dhaka dan Kampala
Berdasarkan data IQAir, posisi pertama kota dengan kualitas udara terburuk ditempati Dhaka, Bangladesh, dengan indeks kualitas udara 191.
Posisi kedua ditempati Kampala, Uganda, dengan indeks kualitas udara mencapai 169.
Jakarta berada di urutan ketiga dunia dengan tingkat polusi udara yang dinilai membahayakan kesehatan kelompok sensitif hingga masyarakat umum.
Pemprov DKI Siapkan Strategi Tekan Polusi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama untuk menekan pencemaran udara di ibu kota.
Strategi pertama dilakukan melalui perluasan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Rute yang diperluas meliputi Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030 karena sektor transportasi menyumbang sekitar 50 persen emisi gas buang di Jakarta.
Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga mendorong optimalisasi fasilitas Refused Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





