HOME  ⁄  News

Dinkes Kulon Progo Pastikan Suspek Hantavirus Warga Negatif Berdasarkan Hasil Laboratorium

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dinkes Kulon Progo Pastikan Suspek Hantavirus Warga Negatif Berdasarkan Hasil Laboratorium
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Sampel Hantavirus terlihat di Ankara, Turkiye pada Rabu (6/5/2026). (ANTARA/Anadolu Agency/pri).)

Pantau - Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyatakan kasus suspek hantavirus pada seorang warga dinyatakan negatif berdasarkan hasil laboratorium Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinkes Kulon Progo Susilaningsih mengatakan warga yang sebelumnya diduga terkena hantavirus telah menjalani pemeriksaan laboratorium di Kementerian Kesehatan.

"Pada tahun 2026 ini memang ada suspek hantavirus, tetapi hasilnya sudah keluar dua hari lalu dan hasilnya negatif," kata Susilaningsih.

Hasil pemeriksaan tersebut juga telah diklarifikasi oleh Dinkes Kabupaten Kulon Progo dan Dinkes DIY.

"Iya, negatif. Ini informasi dari Kemenkes, Dinas Kesehatan DIY sudah klarifikasi ke pusat. Jadi di Kulon Progo tidak ada kasus di manusia yang positif hantavirus," ujar Susilaningsih.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Meski hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit zoonosis tersebut.

Susilaningsih menjelaskan tikus menjadi hewan pengerat yang berperan sebagai perantara penularan hantavirus.

"Ya, karena memang sebagai perantara virus itu hewan pengerat, seperti tikus. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berperilaku hidup bersih dan sehat," ungkapnya.

Dinkes Kulon Progo mengimbau masyarakat membiasakan mencuci tangan memakai sabun setelah beraktivitas di sawah atau mengikuti kerja bakti lingkungan.

Kebiasaan tersebut dinilai penting untuk mematikan kuman atau bakteri yang terbawa setelah beraktivitas.

Dinkes Imbau Terapkan PHBS

Dinkes Kulon Progo juga meminta masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS guna mencegah tikus masuk ke lingkungan rumah.

"Selalu terapkan PHBS dan kebersihan di lingkungan agar tikus itu tidak masuk ke rumah, sehingga penularannya bisa dicegah. Kan penularan bisa lewat luka, kencingnya tikus, dan sebagainya," kata Susilaningsih.

Selain itu, masyarakat diimbau selalu menutup makanan di rumah dan membersihkan sarang tikus di sekitar tempat tinggal.

Berdasarkan data tahun 2025, kasus hantavirus pertama kali ditemukan di DIY pada enam orang melalui surveilans sentinel rutin.

Keenam pasien tersebut dinyatakan sembuh dan tidak ada kasus kematian.

Hingga awal tahun 2026, belum ditemukan laporan kasus positif hantavirus dari hasil pemeriksaan sentinel rutin.

Penulis :
Gerry Eka