HOME  ⁄  Nasional

DKI Jakarta Targetkan Perempuan Usia 18 Tahun ke Atas Jadi Prioritas Skrining Lupus

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DKI Jakarta Targetkan Perempuan Usia 18 Tahun ke Atas Jadi Prioritas Skrining Lupus
Foto: (Sumber: Arsip Foto - Petugas kesehatan memberikan vaksin kepada warga dałam kegiatan Vaksinasi HVP masal di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S..)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan perempuan usia 18 tahun ke atas menjadi sasaran utama program skrining lupus di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) untuk meningkatkan deteksi dini penyakit autoimun tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sri Puji Wahyuni mengatakan perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus dibandingkan laki-laki.

"Sasaran utama program skrining, karena disebutkan angka perempuan itu lebih tinggi (terkena lupus), kami fokuskan lebih kepada perempuan usia 18 tahun," kata Sri Puji Wahyuni dalam seminar daring di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, berbagai hasil studi menunjukkan perempuan memiliki risiko mengidap lupus 8 hingga 13 kali lebih besar dibandingkan laki-laki.

Berdasarkan data hingga April 2026, skrining lupus di puskesmas telah menjangkau sekitar 943 orang yang dicurigai mengidap lupus dan kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus Lupus di DKI Jakarta Terus Meningkat

Data BPJS menunjukkan jumlah kasus lupus terus meningkat setiap tahun, baik di rumah sakit maupun rujukan dari FKTP.

Pada 2023 tercatat sebanyak 192.614 kasus lupus, kemudian meningkat sekitar 24 persen menjadi 238.954 kasus pada 2024, dan kembali naik menjadi 247.743 kasus pada 2025.

"Mungkin, tenaga kesehatan sudah lebih kenal dengan lupus. Tapi di sisi lain, angkanya makin naik, sehingga kita perlu sama-sama meningkatkan pengetahuan, kemudian kompetensi bagaimana kita menemukan secara dini kasus lupus di FKTP," ujar Puji.

Lupus merupakan penyakit reumatik autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh karena sistem imun kehilangan kemampuan membedakan zat asing dengan jaringan tubuh sendiri.

Kondisi tersebut memicu produksi autoantibodi berlebihan yang menyerang jaringan sehat sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan.

Edukasi Diperkuat untuk Deteksi Dini

Puji menjelaskan lupus dikenal sebagai penyakit dengan seribu wajah karena gejalanya tidak spesifik dan sulit dideteksi.

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali gejala lupus sejak dini.

Selain masyarakat, edukasi juga diberikan kepada tenaga kesehatan melalui seminar daring agar FKTP dapat melakukan deteksi dini lupus secara lebih terarah dan efektif.

Puji berharap peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan dapat mencegah terjadinya under-diagnosis maupun over-diagnosis terhadap penyakit lupus.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf