HOME  ⁄  Nasional

Pramono Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Kurangi Beban TPST Bantargebang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Optimistis Pengolahan Sampah di Pasar Kurangi Beban TPST Bantargebang
Foto: (Sumber: Arsip foto - Buruh angkut berjalan di dekat tumpukan sampah yang meluber di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym/am..)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis pengolahan sampah di pasar mampu mengurangi beban pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang melalui penerapan sistem pengolahan sampah organik.

Pramono mengatakan salah satu penerapan sistem tersebut dilakukan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dengan kapasitas pengolahan sekitar lima ton sampah per hari.

“Saya meyakini kalau program ini bisa dijalankan, maka ini akan sangat bermanfaat baik untuk mengurangi beban pengiriman sampah dari pasar ke Bantargebang,” ungkap Pramono di Jakarta Timur, Senin.

Saat ini Pasar Jaya mengelola sebanyak 153 pasar di Jakarta dengan total sekitar 500 ton sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang setiap harinya.

Sistem Pengolahan Sampah Diperluas

Pramono menjelaskan sistem pengolahan sampah nantinya tidak hanya diterapkan di pasar yang dikelola Pasar Jaya, tetapi juga diperluas ke sektor lain seperti hotel, restoran, dan kafe.

Menurut dia, sektor tersebut turut memberikan kontribusi besar terhadap volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.

“Mudah-mudahan akan berjalan dengan baik dan bisa mengatasi persoalan sampah yang akan membawa manfaat lebih green, karena bisa sebagai fertilizer dari yang organik,” katanya.

Pramono menilai langkah pengolahan sampah organik tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan terhadap TPST Bantargebang.

Gerakan Pilah Sampah Segera Diterapkan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mengimplementasikan gerakan pemilahan sampah secara masif hingga tingkat wilayah terkecil.

Pramono mengaku telah menginstruksikan wali kota, camat, lurah, hingga pengurus RT dan RW untuk mulai menerapkan gerakan pilah sampah di lingkungan masing-masing.

Ia menambahkan pemerintah juga akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah secara bertahap.

“Secara perlahan, tentunya sarana prasarananya juga akan kami persiapkan. Tetapi yang paling penting adalah ini harus berkelanjutan, tidak boleh berhenti, karena inilah yang akan mengubah wajah Jakarta,” ujar Pramono.

Penulis :
Ahmad Yusuf