
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan Indonesia akan membangun fasilitas penyimpanan minyak atau storage di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatera guna memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.
Bahlil mengatakan pembangunan storage minyak tersebut saat ini masih berada dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Kami berencana akan membangun itu di Sumatera. Kami akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus,” ungkap Bahlil.
Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Sumatera menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika pasokan energi global.
Indonesia Tawarkan Diri Jadi Lokasi Storage Hub ASEAN
Selain membangun fasilitas penyimpanan minyak nasional, Indonesia juga menawarkan diri menjadi lokasi pembangunan storage hub minyak untuk kawasan Asia Tenggara.
Bahlil menegaskan Indonesia tetap akan membangun storage minyak di Sumatera meski rencana pembangunan storage hub ASEAN belum disepakati.
“Tanpa ide itu pun (pembangunan storage hub ASEAN), Indonesia kan sudah membangun storage minyak. Ide itu (storage hub ASEAN) muncul di saat Indonesia sudah siap untuk mengimplementasikan,” ujar Bahlil.
Hingga saat ini belum ada keputusan terkait lokasi pembangunan storage hub minyak ASEAN tersebut.
Untuk merealisasikan proyek kawasan itu, Indonesia akan bekerja sama dengan Malaysia, Brunei, dan Filipina.
Bahlil menilai pembangunan storage hub minyak ASEAN akan memberikan cadangan energi besar bagi negara-negara di Asia Tenggara.
“Di Asia Tenggara, kami kemarin merumuskan akan bikin hub untuk storage cadangan minyak untuk ASEAN. Ini adalah ide yang bagus,” kata Bahlil.
ASEAN Percepat Kesepakatan Keamanan Minyak Bumi
Para menteri ekonomi ASEAN disebut telah menyetujui percepatan penyelesaian Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi atau APSA di tengah gangguan jalur pasokan minyak global.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn memastikan proses ratifikasi APSA akan selesai sebelum KTT ke-49 ASEAN pada akhir tahun 2026.
APSA bertujuan meningkatkan kerja sama dan integrasi kawasan ASEAN di sektor energi serta memungkinkan negara anggota saling membantu saat terjadi kelangkaan bahan bakar.
Dalam mekanisme APSA, negara anggota ASEAN dapat memasok bahan bakar kepada negara lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen kebutuhan domestik mereka.
KTT ke-49 ASEAN dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 November 2026 di Manila, Filipina.
- Penulis :
- Arian Mesa





