
Pantau - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, dengan agenda membahas hubungan bilateral Indonesia-Australia serta situasi geopolitik global.
Pertemuan tersebut turut membahas peluang kerja sama ekonomi antara kedua negara dengan menjadikan Kota Darwin di Australia bagian utara bersama Papua dan Nusa Tenggara Timur sebagai pintu gerbang ekonomi strategis.
Megawati menilai hubungan diplomatik antarnegara harus terus diperkuat di tengah kondisi global yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat konflik dan peperangan di berbagai kawasan.
Bahas Diplomasi dan Stabilitas Dunia
Dalam pembicaraan tersebut, Megawati menegaskan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dubes Rod mengungkapkan Australia juga terdampak situasi global terkini, termasuk lonjakan harga bahan bakar minyak yang meningkat drastis.
“Ia juga menyebut kondisi global saat ini cukup mengkhawatirkan,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Megawati kemudian menceritakan pengalamannya saat menjabat Presiden ke-5 RI yang selalu membuka ruang komunikasi dengan para perwakilan negara sahabat.
“Saya diajarkan oleh Bung Karno, kalau ada perwakilan kedutaan yang ingin bertemu, harus segera diterima dan disambut dengan baik karena para dubes itu mewakili suatu negara yang berdaulat. Karena itulah ketika jadi Presiden dan ada dubes yang mau bertemu maka selalu saya prioritaskan,” ungkap Megawati.
Dubes Rod juga menyampaikan kekagumannya terhadap Presiden pertama RI Soekarno sebagai tokoh revolusi dan penggagas Konferensi Asia-Afrika.
Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjayanto, serta Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
Sementara itu, Dubes Rod hadir bersama Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Gita Kamath.
Cerita Pengalaman di Makassar dan Kebun Raya
Megawati sempat menanyakan lama masa tugas Rod Brazier di Indonesia.
“Saya satu tahun tiga bulan (sebagai Dubes). Saya pernah ikut pertukaran mahasiswa di Universitas Hasanuddin dan saya tinggal bersama keluarga Indonesia di Makassar. Waktu itu namanya Ujung Pandang,” ujar Dubes Rod.
Megawati kemudian menanyakan pengalaman Dubes Rod menikmati kuliner khas Makassar.
“Jadi, sudah berani makan cabe? Karena makanan Makassar enak-enak,” tanya Megawati.
“Enak-enak dan sehat. Bahkan, saya merasa di sana pertama kali saya setuju dengan orang Indonesia bahwa makan dengan tangan lebih enak,” jawab Dubes Rod.
Megawati menyebut dirinya diajarkan Soekarno bahwa makan menggunakan tangan terasa lebih nikmat dibanding hanya mengikuti tata cara makan formal.
Selain membahas hubungan bilateral, Dubes Rod mengaku baru berkunjung ke Kebun Raya Bogor dan mendengar peran Megawati dalam menjaga serta mengembangkan kebun raya di Indonesia.
Saat ini, Megawati diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia.
“Saya selalu mendorong komitmen terhadap lingkungan. Sekarang sudah ada lebih dari 45 kebun raya. Setiap kepala daerah PDIP diminta untuk membuat Kebun Raya,” kata Megawati.
Menjelang akhir pertemuan, Megawati mengaku kerap mengajak para duta besar mengunjungi berbagai kebun raya di Indonesia.
“Kebanyakan dubes ingin melihat Kebun Raya Bali,” ujarnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





