HOME  ⁄  Nasional

Menlu RI Sugiono Hadiri Pertemuan BRICS di New Delhi Bahas Keberlanjutan dan Ekonomi Digital

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menlu RI Sugiono Hadiri Pertemuan BRICS di New Delhi Bahas Keberlanjutan dan Ekonomi Digital
Foto: Arsip foto - Menteri Luar Negeri RI Sugiono tiba di Kazan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, Kamis 24/10/2024 (sumber: Photohost agency brics-russia2024)

Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS atau BRICS Foreign Ministers Meeting (FMM) yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada 14–15 Mei 2026.

Sugiono mengatakan pertemuan tersebut akan membahas kerja sama antarnegara anggota BRICS dengan fokus pada bidang keberlanjutan dan ekonomi digital.

"BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital," ungkap Sugiono.

Fokus Pembahasan Isu Global dan Regional

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan BRICS FMM juga akan membahas berbagai isu global dan kawasan.

Menurut Yvonne, pembahasan akan menitikberatkan pada penguatan ketahanan, resiliensi, dan inovasi di tengah dinamika global.

"Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional," ujar Yvonne.

Indonesia juga akan menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam kerja sama BRICS.

India Jadi Tuan Rumah Pertemuan BRICS 2026

India menjadi tuan rumah BRICS FMM tahun 2026 dengan pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar.

Berdasarkan laman resmi Kementerian Luar Negeri India, para menteri luar negeri dan delegasi BRICS dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri luar negeri anggota BRICS akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu global dan regional.

Pada hari kedua, negara anggota dan mitra BRICS akan mengikuti sesi bertema "BRICS@20: Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan".

Setelah itu akan digelar sesi lanjutan mengenai "Reformasi Tata Kelola Global dan Sistem Multilateral".

Penulis :
Shila Glorya