HOME  ⁄  Nasional

MPR Sebut Panduan Pendidikan Antikorupsi Jadi Langkah Strategis Tanamkan Integritas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

MPR Sebut Panduan Pendidikan Antikorupsi Jadi Langkah Strategis Tanamkan Integritas
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut peluncuran buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi oleh pemerintah menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai integritas sejak dini kepada generasi muda.

“Penanaman nilai integritas sejak dini merupakan fondasi utama pembangunan karakter anak bangsa,” kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai integritas melalui proses belajar dan mengajar karena pendidikan menjadi penentu karakter generasi penerus bangsa.

KPK Temukan Masalah Integritas di Sekolah

Lestari mengingatkan implementasi pendidikan antikorupsi harus berjalan secara substantif dan tidak hanya sebatas wacana.

Ia menyoroti hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat nilai integritas sektor pendidikan berada di angka 69,50 dari skala 100.

Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan sistem integritas di sektor pendidikan mulai terbentuk namun belum menjadi budaya yang konsisten.

Selain itu, KPK juga menemukan sebanyak 28 persen sekolah masih melakukan pungutan liar dalam penerimaan siswa baru dan 23 persen sekolah menutup mata terhadap kecurangan dalam proses sertifikasi serta akreditasi.

“Temuan di sejumlah lembaga pendidikan yang berbuat curang untuk mendongkrak akreditasi harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” ujar Lestari.

Pendidikan Antikorupsi Harus Diterapkan Konsisten

Lestari mendorong seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah untuk konsisten meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dan mengedepankan pelayanan publik yang berintegritas.

“Lembaga pendidikan sebagai institusi penanam nilai-nilai luhur harus dikelola berdasarkan nilai luhur itu sendiri,” katanya.

Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada implementasi nilai integritas di lapangan, namun berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mewujudkan ekosistem pendidikan yang bersih.

“Sehingga mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, dan berdaya saing di masa depan,” ucapnya.

Diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Dalam Negeri dan KPK telah meluncurkan Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi pada Senin (11/5).

Buku tersebut diperuntukkan bagi guru dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK dengan lima kompetensi utama, yakni menaati aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, mengelola dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi.

Penulis :
Aditya Yohan