
Pantau - Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan perkembangan program strategis Kementerian Sosial kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Gus Ipul menyampaikan laporan terkait pemutakhiran data, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, dan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang menjadi program prioritas pemerintah.
"Saya mau melaporkan perkembangan pelaksanaan program strategis Presiden yang ada di Kementerian Sosial. Pertama, soal pemutakhiran data, yang kedua soal bansos tepat sasaran, dan yang ketiga adalah soal sekolah rakyat. Itu tiga yang mau kami laporkan tentang perkembangan-perkembangan yang sudah kami lakukan. Setelah itu, kami nanti mohon arahan dari Bapak Presiden," ungkap Gus Ipul.
Persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran Baru
Gus Ipul juga melaporkan kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026–2027 yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juli 2026.
Pemerintah menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat pada tahun ini mencapai 32.000 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari 15.000 siswa.
"Artinya kalau digabung, tahun ini sudah ada sekitar 46.000 lebih siswa Sekolah Rakyat. Itu yang akan kami laporkan," ujar Gus Ipul.
Pemerintah Dorong Bansos Berbasis Pemberdayaan
Selain membahas pendidikan, pemerintah juga menekankan agar program bantuan sosial tidak membuat masyarakat kehilangan motivasi untuk mandiri.
Program bansos diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya usia produktif, untuk mengikuti program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah.
"Dengan adanya masyarakat, khususnya yang usia produktif, untuk mengikuti program-program pemberdayaan dari pemerintah, diharapkan itu akan turut serta pengentasan kemiskinan. Saya kira itu ya salah satu yang akan kami laporkan," kata Gus Ipul.
Selain Menteri Sosial, Presiden Prabowo juga memanggil sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan.
Pejabat yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra.
- Penulis :
- Shila Glorya





