
Pantau - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan tidak akan mengundurkan diri di tengah meningkatnya tekanan politik setelah Partai Buruh mengalami kekalahan dalam pemilihan terbaru.
Starmer menyampaikan sikap tersebut dalam rapat kabinet dengan menegaskan kepada para menteri bahwa dirinya akan terus menjalankan pemerintahan.
Ia menyebut pemerintahannya tengah menghadapi periode destabilisasi bagi Westminster dan meminta seluruh kabinet tetap bekerja di tengah situasi politik yang memanas.
“Saya bertanggung jawab atas hasil pemilihan dan saya juga bertanggung jawab untuk mewujudkan perubahan yang telah kami janjikan kepada publik,” ungkap Starmer dalam rapat kabinet.
Starmer juga menegaskan publik mengharapkan pemerintah tetap menjalankan tugasnya meski tekanan politik terus meningkat.
Tekanan Internal Partai Buruh Meningkat
Pernyataan Starmer muncul di tengah meningkatnya kritik internal di tubuh Partai Buruh setelah kemunduran elektoral yang memicu gejolak politik di internal partai.
Menteri komunitas Miatta Fahnbulleh menjadi menteri pertama yang mengundurkan diri di tengah krisis tersebut.
Fahnbulleh kemudian bergabung dengan lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh yang mendesak Starmer segera mundur atau menetapkan jadwal pengunduran dirinya.
Desakan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya tekanan terhadap kepemimpinan Starmer di dalam partai yang dipimpinnya sendiri.
Downing Street Ganti Enam Ajudan Menteri
Krisis politik semakin memburuk pada Senin malam, 11 Mei 2026, ketika Downing Street mengganti enam ajudan menteri yang sebelumnya telah mengundurkan diri.
Pergantian itu dilakukan sebagai upaya menstabilkan jajaran pemerintahan di tengah tekanan politik yang terus meningkat terhadap Keir Starmer.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempertahankan stabilitas kabinet sekaligus meredam gejolak internal Partai Buruh.
- Penulis :
- Leon Weldrick





