
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Jawa Timur seiring capaian ekonomi, pendidikan, dan ketahanan pangan yang terus meningkat.
“Kuncinya adalah sinergi. Tidak mungkin kita sukses sendirian. Kerja sama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten kota, dunia usaha, perguruan tinggi dan pesantren menjadi kekuatan penting pembangunan Jatim,” ujar Khofifah saat menghadiri kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Universitas KH Abdul Chalim, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (13/5/2026).
Khofifah menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen secara tahunan dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa serta melampaui capaian nasional.
“Saya ingin menyampaikan bahwa di triwulan pertama, year on year, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa adalah Jawa Timur. Ini bukan sesuatu yang sederhana,” ungkapnya.
Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan Jadi Sorotan
Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, pertanian 10,51 persen, dan sektor lainnya sebesar 39,27 persen.
Sektor pertanian juga tercatat menyerap sekitar 7,38 juta tenaga kerja, perdagangan 4,69 juta tenaga kerja, industri 3,36 juta tenaga kerja, dan sektor lainnya mencapai 8,42 juta tenaga kerja.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes.
Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri dari total 108.122 pendaftar.
“Kerja keras luar biasa dan doa yang mengiringi seluruh ikhtiar kita sehingga tujuh tahun berturut-turut siswa SMA, SMK dan Aliyah Jawa Timur tertinggi diterima perguruan tinggi negeri tanpa tes,” katanya.
Jawa Timur Jadi Penopang Ketahanan Pangan Nasional
Khofifah juga menegaskan Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
“Kalau Pak Presiden Prabowo mencanangkan ketahanan pangan, maka lumbung pangannya ada di Jawa Timur. Bahkan sekarang kita bergerak menuju kedaulatan pangan berkelanjutan,” tegasnya.
Berdasarkan data 2025, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,43 juta ton atau meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 9,23 juta ton.
Sementara produksi beras mencapai 6,03 juta ton atau naik 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Stok Cadangan Beras Pemerintah di Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur juga tercatat tertinggi secara nasional dengan jumlah mencapai 822.854 ton.
Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan dan pengembangan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Ketahanan pangan yang dibangun Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





