
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, akademisi, dan pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan.
Brian Yuliarto Soroti Pentingnya Hilirisasi dan Inovasi
Brian menyampaikan hal tersebut saat membuka hari kedua gelaran MetConnex 2026 di Jakarta, Selasa.
"Jika pemerintah, industri, kampus, dan akademisi bekerja sama, saya percaya industri pertambangan Indonesia bisa naik ke level berikutnya dan menjadi fondasi transformasi industri nasional," ungkap Brian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menilai sektor pertambangan dan metalurgi perlu diperkuat agar mampu bergerak menuju pengolahan, pemurnian, hingga manufaktur berbasis teknologi dan inovasi.
Menurut Brian, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan self reliance atau kemandirian nasional dalam bidang teknologi, riset, dan sumber daya manusia.
Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kemampuan dan teknologi yang kuat agar mampu memainkan peran lebih besar di tingkat global.
Brian juga menekankan pentingnya hilirisasi industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk mendukung target net zero emission serta pembangunan industri yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Talenta Industri Masa Depan
Brian mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi industri nasional melalui penguatan riset dan pengembangan sumber daya manusia.
"Kita membutuhkan lebih banyak insinyur, peneliti, inovator, dan talenta muda yang memahami pertambangan dan metalurgi. Karena itu, perguruan tinggi menjadi sangat penting. Riset tidak boleh berhenti di publikasi. Sains dan teknologi harus menjawab tantangan nyata di dunia industri," katanya.
MetConnex 2026 mengusung tema “Strengthening Indonesia’s Metallurgy and Mining Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”.
Forum tersebut mempertemukan pelaku industri pertambangan dan metalurgi, akademisi, peneliti, serta pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan daya saing industri hilir Indonesia.
Kegiatan itu diikuti 98 perusahaan dari sektor pertambangan, industri pengolahan, dan mitra strategis lainnya dengan lebih dari 500 peserta dari kalangan industri, akademisi, pemerintah, dan peneliti.
- Penulis :
- Aditya Yohan





