HOME  ⁄  Nasional

Baznas Luncurkan Santripreneur Klaster Fesyen 2026 untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi Santri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Luncurkan Santripreneur Klaster Fesyen 2026 untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi Santri
Foto: (Sumber: Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, Syarifuddin meninjau karya santri peserta program pengembangan ekonomi Santripreneur Klaster Fesyen di Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026 bertajuk “Brand Santri Mengguncang Industri” guna mendorong kemandirian ekonomi dan kreativitas santri melalui pengembangan usaha fesyen.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin mengatakan program tersebut menjadi upaya Baznas mencetak wirausaha muda dari kalangan santri yang inovatif dan berdaya saing.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan tiga tahun dengan berbagai sektor, termasuk fesyen dan terus dikembangkan Baznas karena memiliki dampak positif terhadap penguatan ekonomi santri,” ujar Syarifuddin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, penguatan kewirausahaan menjadi bagian penting dalam mendukung dakwah sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.

“Santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi kehidupan nyata di masyarakat,” ungkapnya.

“Karena itu mereka perlu memiliki keterampilan dan keahlian yang dapat menjadi bekal kemandirian,” lanjut Syarifuddin.

Baznas Gandeng Pelaku Industri Fesyen

Syarifuddin menyoroti besarnya potensi pesantren di Indonesia yang mencapai sekitar 42.391 pesantren dengan jumlah santri sebanyak 2,5 juta orang.

Ia menilai pesantren menjadi segmen strategis dalam program pemberdayaan zakat produktif.

Baznas juga menggandeng berbagai mitra dan pelaku industri fesyen untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.

“Baznas merupakan lembaga intermediary yang mendorong zakat menjadi lebih produktif,” kata Syarifuddin.

“Karena itu, kami menggandeng mitra dan pelaku usaha yang kompeten agar program ini berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi mustahik,” tambahnya.

Peserta Terbaik Dapat Modal Usaha dan Pendampingan

Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ CSR Baznas RI Eka Budhi Sulistyo mengatakan program Santripreneur telah melahirkan ribuan startup entrepreneur dari kalangan santri di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti proses seleksi bertahap.

Sebanyak 100 peserta terbaik akan disaring kembali sebelum dipilih 50 peserta terbaik untuk mengikuti bootcamp dan pendampingan usaha.

“Peserta terbaik nantinya tidak hanya mendapatkan penghargaan, tetapi juga modal usaha serta pendampingan selama minimal enam bulan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Eka Budhi Sulistyo.

Pendaftaran Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026 dibuka mulai 17 Mei hingga 22 Juni 2026 melalui laman santripreneurbaznas.id.

Peserta terbaik akan memperoleh bantuan modal usaha dan pendampingan usaha selama minimal enam bulan.

Penulis :
Ahmad Yusuf