HOME  ⁄  Nasional

PTKIN Disebut Jadi Pusat Integrasi Sains dan Spiritualitas Islam di Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PTKIN Disebut Jadi Pusat Integrasi Sains dan Spiritualitas Islam di Indonesia
Foto: (Sumber: Konferensi pers penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, Rabu (3/5/2026). ANTARA/Asep Firmansyah.)

Pantau - Bendahara Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Rosihon Anwar menyebut Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kini berkembang menjadi pusat integrasi ilmu pengetahuan dan spiritualitas Islam di Indonesia dalam konferensi pers penerimaan mahasiswa baru PTKIN di Jakarta, Rabu.

“PTKIN bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat peradaban yang memadukan spiritualitas dengan keunggulan sains,” kata Rosihon Anwar.

PTKIN Integrasikan Ilmu Agama dan Sains

Rosihon menjelaskan PTKIN merupakan institusi pendidikan tinggi di bawah Kementerian Agama yang menyelenggarakan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi berdasarkan nilai-nilai Islam.

Ia mengatakan PTKIN terdiri atas Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Menurut dia, UIN memiliki cakupan keilmuan paling luas karena mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu umum seperti kedokteran, teknik, dan psikologi.

Sementara itu, IAIN berfokus pada rumpun ilmu agama Islam dengan disiplin yang lebih luas dibandingkan sekolah tinggi.

Adapun STAIN disebut fokus pada cabang-cabang ilmu agama Islam tertentu.

Rosihon menilai masih ada anggapan keliru bahwa PTKIN hanya mencetak lulusan dengan kemampuan keagamaan semata.

“Faktanya, PTKIN modern telah mengadopsi paradigma integrasi ilmu. Mahasiswa tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mengembangkan kompetensi profesional di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah fakultas di PTKIN kini mengembangkan bidang sains dan teknologi, ekonomi dan bisnis Islam, hingga kedokteran dan kesehatan berbasis nilai dan etika Islam.

PTKIN Dorong Digitalisasi dan Moderasi Beragama

Rosihon mengatakan fakultas sains dan teknologi di PTKIN mengembangkan kajian biologi, kimia, dan informatika dengan landasan etika Islam.

Ia menambahkan fakultas ekonomi dan bisnis Islam mencetak lulusan yang memahami sistem keuangan syariah dan ekonomi global.

Selain itu, fakultas kedokteran dan kesehatan disebut menekankan aspek bioetika Islam dalam praktik medis.

Rosihon menyebut PTKIN terus bertransformasi menuju internasionalisasi dan digitalisasi guna menjawab tantangan pendidikan global.

“PTKIN menjadi benteng bagi pemahaman Islam yang inklusif, toleran, dan damai di tengah polarisasi global. PTKIN adalah ekspor pemikiran Islam moderat Indonesia ke mata dunia,” ungkapnya.

Ia mengatakan sejumlah PTKIN kini telah memperoleh akreditasi internasional dan menjalin kerja sama riset dengan berbagai perguruan tinggi di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

Di bidang teknologi, PTKIN juga mulai mengembangkan konsep kampus cerdas melalui transformasi digital berbasis artificial intelligence (AI) dan big data.

“Transformasi ini penting agar lulusan PTKIN mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 dan 5.0,” kata Rosihon.

Penulis :
Ahmad Yusuf