HOME  ⁄  Nasional

Sebanyak 1.738 SPPG Ditangguhkan untuk Perbaiki Tata Kelola Program MBG

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sebanyak 1.738 SPPG Ditangguhkan untuk Perbaiki Tata Kelola Program MBG
Foto: (Sumber: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers terkait capaian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) MBG dan persiapan Idul Adha di Jakarta pada Rabu (13/5/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan sebanyak 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan sementara hingga 12 Mei 2026 guna memperbaiki kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Berdasarkan data per 12 Mei 2026 terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standar,” ujar Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan dan akuntabilitas terhadap tata kelola distribusi program MBG.

Selain melakukan inspeksi berkelanjutan, BGN juga mengoperasikan layanan pengaduan publik melalui call center SAGI 127.

Sepanjang 2026, jumlah pengaduan yang masuk melalui layanan tersebut tercatat mencapai 3.615 aduan.

Qodari menegaskan pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola program secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Pemerintah Klaim Program MBG Berdampak Positif

Qodari menyebut program MBG mulai memberikan dampak positif terhadap masyarakat, mulai dari perbaikan pola makan hingga peningkatan ekonomi.

“MBG bukan sekedar program makan siang, melainkan memiliki dampak nyata,” ungkapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025.

Selain itu, kualitas menu dan cita rasa makanan juga disebut mengalami perbaikan secara berkala.

Selama periode Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen pemasok MBG tercatat mengalami kenaikan nilai penjualan.

Mayoritas Penerima Setuju Program MBG

Menurut Qodari, mayoritas rumah tangga penerima manfaat menyatakan setuju terhadap keberlanjutan program MBG.

“Seperti meningkatkan kemudahan memperoleh makanan bergizi, naik dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen, juga memperbaiki perilaku makan bergizi, dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen,” katanya.

Selain itu, program MBG juga dinilai membantu mengurangi beban waktu menyiapkan makan siang dan meringankan pengeluaran harian rumah tangga.

Pemerintah memastikan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG akan terus dilakukan agar kualitas layanan pemenuhan gizi tetap terjaga.

Penulis :
Ahmad Yusuf