HOME  ⁄  Nasional

Stella Christie Dorong Kampus Pimpin Inovasi dan Respons Kebutuhan Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stella Christie Dorong Kampus Pimpin Inovasi dan Respons Kebutuhan Pasar
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie memaparkan strategi perguruan tinggi dalam merespons kebutuhan pasar dengan memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Kampus Diminta Tidak Terjebak Dikotomi Riset

Stella Christie mengatakan inovasi tidak akan berkembang apabila dunia akademik masih memandang riset fundamental dan riset terapan sebagai dua hal yang terpisah.

“Kalau kita menganggapnya sebagai dikotomi, itu sudah menjadi satu kesalahan. Kategori yang paling menentukan yang terjadi di Amerika Serikat dan China adalah merespons pasar dan memimpin pasar,” ujar Stella dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan merespons pasar berarti memenuhi kebutuhan yang sudah ada, sedangkan memimpin pasar berarti menciptakan kebutuhan dan inovasi baru yang sebelumnya belum tersedia.

Menurut Stella, seluruh bidang ilmu mulai dari sosial-humaniora hingga sains dan teknologi harus saling terhubung agar perguruan tinggi mampu memimpin inovasi nasional.

Ia menilai kemajuan teknologi di Amerika Serikat dan China lahir dari sistem riset yang mendukung kebebasan berpikir dan kolaborasi lintas disiplin.

Stella menyebut teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, bioteknologi, antariksa, dan kuantum berkembang karena adanya dukungan ekosistem riset yang kuat.

Dosen dan Mahasiswa Dinilai Jadi Motor Inovasi

Wamen Stella menegaskan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menciptakan inovasi jangka panjang karena menyediakan ruang berpikir mendalam bagi dosen dan mahasiswa peneliti.

Ia mencontohkan Google yang lahir dari riset doktoral di Stanford University sebagai bukti bahwa riset akademik mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi.

“Dengan waktu yang terbatas, sangatlah sulit untuk memikirkan inovasi dalam jangka panjang. Itulah mengapa yang paling bisa memimpin pasar itu adalah dosen, peneliti, serta mahasiswa di perguruan tinggi,” katanya.

Sebagai dukungan terhadap penguatan ekosistem riset nasional, Kemdiktisaintek juga menghadirkan insentif finansial bagi dosen penerima hibah penelitian.

“Sejak tahun ini, dosen-dosen yang memenangkan research grant diberikan insentif finansial langsung sebanyak up to 25 persen untuk menjaga kebebasan finansial,” tutur Stella Christie.

Penulis :
Ahmad Yusuf