HOME  ⁄  Nasional

OJK Kepri Gandeng Budaya Melayu untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Kepri Gandeng Budaya Melayu untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat
Foto: (Sumber: Kegiatan OJK Kepri bersama DPK Kepri bertajuk ‘Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji’ di Tanjungpinang, Kepri. (ANTARA/HO-OJK Kepri).)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau (OJK Kepri) menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepulauan Riau untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui pendekatan budaya Melayu dan pemikiran Raja Ali Haji.

Asisten Direktur Bagian Pelindungan Konsumen OJK Kepri Muhammad Lutfi mengatakan literasi keuangan kini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat agar mampu mengelola keuangan secara bijak dan terhindar dari masalah utang tidak produktif.

“Literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang cerdas keuangan akan mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari jeratan utang yang tidak produktif, serta semakin inklusif dalam memanfaatkan layanan keuangan,” katanya di Batam, Kamis.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Seminar Literasi Keuangan bertajuk “Konsep Keuangan dalam Pemikiran Raja Ali Haji” yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pustakawan, mahasiswa, akademisi, pegiat budaya Melayu, dan masyarakat umum.

Pemikiran Raja Ali Haji Dinilai Masih Relevan

OJK Kepri menilai pemikiran Raja Ali Haji mengenai etika, amanah, dan tata kelola kehidupan sosial ekonomi masih relevan dengan perkembangan sistem ekonomi modern saat ini.

“Seminar menghadirkan pembahasan mengenai pemikiran Raja Ali terkait tata kelola kehidupan sosial dan ekonomi, etika, amanah, serta nilai-nilai kebijaksanaan dalam mengelola keuangan yang dinilai tetap relevan dengan perkembangan sistem ekonomi modern saat ini,” ujar Muhammad Lutfi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau Gencarkan yang dicanangkan OJK.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kepri Moh Bisri mengatakan penguatan budaya literasi keuangan perlu dilakukan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai pemikiran Raja Ali Haji di tengah masyarakat.

OJK Kepri Bagikan Buku Literasi Keuangan

Dalam seminar itu, OJK Kepri turut menghadirkan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau Anastasia Wiwik Swastiwi sebagai narasumber.

Pembahasan meliputi pentingnya perencanaan keuangan hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

OJK Kepri juga menyerahkan 17 buku literasi keuangan dengan berbagai tema mulai dari perencanaan keuangan keluarga hingga literasi keuangan untuk tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Selain itu, tersedia buku literasi keuangan untuk calon pengantin, pekerja migran Indonesia, dan perempuan.

OJK Kepri saat ini juga mengembangkan Pojok Literasi di perpustakaan serta program OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan guna mendukung terciptanya masyarakat yang cerdas dan inklusif di Kepulauan Riau.

Penulis :
Ahmad Yusuf