HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Banyuwangi Sulap Sumber Air Bersejarah Jadi Wisata Edukasi Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Banyuwangi Sulap Sumber Air Bersejarah Jadi Wisata Edukasi Lingkungan
Foto: (Sumber: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama di Sumber Air Gedor, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, jatim. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan Sumber Air Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, sebagai wisata edukasi alternatif untuk mengenalkan pentingnya pelestarian sumber mata air kepada pelajar dan masyarakat.

Sumber Air Gedor merupakan salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih masyarakat Kota Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan kawasan sumber mata air tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus edukasi lingkungan bagi generasi muda.

“Sangat mendukung PUDAM untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat, dan ini juga semacam pesan kepada generasi muda bahwa sumber mata air harus dijaga dengan baik dan lingkungan yang melingkupinya,” ujar Ipuk di Banyuwangi, Jumat (15/5/2026).

Sumber Air Tertua Sejak Era Kolonial

Sumber Air Gedor dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927.

Kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen dengan suasana hutan rindang yang dipenuhi pepohonan tinggi dan vegetasi lebat.

Ipuk menyebut sumber mata air tersebut layak disebut sebagai cagar budaya karena usianya yang hampir mencapai satu abad.

“Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan itu berada di lereng Gunung Ijen,” katanya.

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurrahman mengatakan para pelajar nantinya dapat melihat langsung proses pengelolaan air hingga disalurkan ke rumah warga.

Edukasi Lingkungan untuk Pelajar

Menurut Abdurrahman, pengelolaan air dilakukan secara tertutup guna menjaga kemurnian dan kejernihan air hingga sampai ke masyarakat.

“Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda,” ungkapnya.

Ia menjelaskan siswa juga dapat meminum langsung air sumber setelah melalui proses penyulingan sederhana di lokasi tersebut.

“Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” ujar Abdurrahman.

Selain belajar soal pengelolaan air, pengunjung juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan di sekitar kawasan seperti pohon keluwek, jambu, dan kemiri.

Penulis :
Aditya Yohan