
Pantau - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menuntaskan penanaman rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 Norwegia Contribution tahap II dan III seluas 105,66 hektare di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong dan Hulu Sungai.
Penanaman yang telah terealisasi 100 persen tersebut dikelola sejumlah kelompok tani hutan pada wilayah kerja KPH Tabalong dan KPH Hulu Sungai melalui pengembangan tanaman produktif dan multiguna.
Engkos Koswara mengatakan, “Setelah menuntaskan penanaman, kami melakukan pembinaan kepada kelompok tani guna memastikan keberlanjutan pemeliharaan tanaman pasca-penanaman melalui penyulaman, pendangiran dan pembersihan gulma pada lokasi rehabilitasi hutan dan lahan.”
Pembinaan Kelompok Tani Hutan
Engkos menyebutkan kegiatan fasilitasi dan pembinaan dilaksanakan melalui Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan sebagai bagian dari evaluasi serta penyamaan persepsi terhadap pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan di lapangan.
Di wilayah kerja KPH Tabalong, pembinaan dilakukan kepada Kelompok Tani Hutan Berkat Shalawat dengan luas areal rehabilitasi mencapai 17,4 hektare.
Kelompok tersebut mengembangkan tanaman karet, petai, alpukat, jengkol, lengkeng, jambu kristal, dan durian musang king.
Sementara di wilayah kerja KPH Hulu Sungai, pembinaan diberikan kepada Kelompok Tani Hutan Maju Bersama dengan luas areal 65,6 hektare.
Kelompok tersebut mengembangkan tanaman karet, petai, dan lengkeng.
Pembinaan juga dilakukan kepada Kelompok Tani Hutan Tani Surandaka seluas 22,66 hektare.
Komoditas yang dikembangkan meliputi karet, durian, mangga, jengkol, dan mahoni.
Pemeliharaan Jadi Faktor Penentu Keberhasilan
Engkos menuturkan pemeliharaan tanaman menjadi tahapan penting setelah penanaman selesai dilakukan.
Menurutnya, tingkat keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan sangat ditentukan oleh kondisi pertumbuhan tanaman pada masa pemeliharaan.
Tim lapangan juga melakukan pengecekan kondisi tanaman secara langsung serta geotagging tanaman sebagai bagian dari proses evaluasi keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan pada lokasi program FOLU Net Sink 2030.
Engkos Koswara mengatakan, “Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya diukur dari tercapainya target penanaman, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan tanaman di lapangan. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan seluruh kelompok tani terus melakukan pemeliharaan tanaman secara optimal.”
- Penulis :
- Shila Glorya





