HOME  ⁄  Nasional

Persoalan Sampah Nasional Dinilai Jadi Ancaman Serius bagi Masa Depan Pembangunan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Persoalan Sampah Nasional Dinilai Jadi Ancaman Serius bagi Masa Depan Pembangunan
Foto: (Sumber: Peserta membuat kerajinan dari sampah plastik saat hari kedua Bali Ocean Days 2026 di Jimbaran, Badung, Bali, Sabtu (31/1/2026). Forum dengan tema Navigating Solutions for a Regenerative Ocean Future tersebut menyelenggarakan sejumlah sesi diskusi yang membahas berbagai topik seperti isu laut, iklim dan keberlanjutan serta memamerkan produk-produk dan layanan terkait lingkungan dan praktik berkelanjutan. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF).)

Pantau - Persoalan sampah nasional dinilai tidak lagi sekadar masalah kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap kesehatan, kualitas hidup, hingga masa depan pembangunan Indonesia.

Indonesia diperkirakan menghasilkan timbunan sampah mencapai 51,8 juta ton pada 2026 dan sekitar 75 persen di antaranya masih belum terkelola dengan baik.

Sebagian sampah dibakar di lingkungan rumah, hanyut ke sungai dan laut, hingga menumpuk di tempat pembuangan akhir yang kapasitasnya semakin kritis.

Kondisi tersebut disebut menjadi gambaran pola hidup modern yang perlahan menciptakan ancaman baru bagi masyarakat dan lingkungan.

Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah Nasional Tuntas 2029

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendali Lingkungan Hidup mulai mempertegas langkah penanganan sampah nasional secara lebih serius dan berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan pemerintah akan menggunakan berbagai instrumen dan kewenangan untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi “Masa Depan Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat Indonesia: Membangun Tata Kelola yang Berkelanjutan” yang digelar Great Institute di Jakarta.

Pemerintah menargetkan 63,54 persen sampah nasional dapat terkelola pada 2026 dan meningkat menjadi 100 persen pada 2029.

Target tersebut dinilai tidak mudah mengingat Indonesia memiliki tantangan geografis, kepadatan penduduk, serta kemampuan pengelolaan daerah yang berbeda-beda.

Pengelolaan Sampah Dinilai Harus Dimulai dari Hulu

Pemerintah mulai menekankan bahwa solusi persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan hilir seperti memperbanyak tempat pemrosesan akhir maupun armada pengangkut sampah.

Sampah yang tidak terkelola dengan baik disebut dapat mencemari sumber air, merusak ekosistem laut, memperburuk kualitas udara, hingga meningkatkan ancaman penyakit bagi masyarakat.

Dalam jangka panjang, persoalan sampah juga dinilai berdampak terhadap kualitas ekonomi perkotaan, sektor pariwisata, kesehatan publik, hingga produktivitas masyarakat.

Karena itu, pengelolaan sampah disebut berkaitan langsung dengan kualitas pembangunan sebuah negara dan masa depan generasi mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf