
Pantau - Psikiater Lahargo Kembaren mengimbau kaum perempuan, terutama ibu rumah tangga, untuk mewaspadai stres akibat penggunaan media sosial yang berlebihan di tengah derasnya arus informasi digital.
Lahargo mengatakan perempuan saat ini rentan mengalami kelebihan stimulasi informasi, rasa takut tertinggal tren atau Fear Of Missing Out (FOMO), hingga kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial.
“Comparison culture atau membanding-bandingkan itu pencuri utama kebahagiaan,” kata Lahargo dalam seminar kesehatan mental perempuan di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Menurut dia, penggunaan gawai secara berlebihan juga menyebabkan komunikasi dalam keluarga semakin berkurang sehingga hubungan emosional antaranggota keluarga menjadi renggang.
Media Sosial Dinilai Picu Gangguan Mental Keluarga
Lahargo menyebut kondisi tersebut berdampak terhadap meningkatnya persoalan kesehatan mental pada anak dan remaja di lingkungan keluarga.
“Keluarga yang harusnya menjadi tempat nyaman dan aman, di masa sekarang justru berbalik menjadi sumber masalah,” ujarnya.
Ia menegaskan kesehatan mental perempuan perlu dijaga karena memiliki pengaruh besar terhadap pola asuh dan perkembangan psikologis anak.
Ketua PCNU Kota Bogor Edi Nurokhman juga menilai perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik dan pembina keluarga sehingga kesehatan mental ibu harus mendapat perhatian serius.
“Karena mereka sehari-hari di rumah memiliki peran sebagai pembina dan pendidik untuk anak-anak di rumah dan keluarganya secara keseluruhan,” kata Edi.
PCNU Dorong Pendampingan Kesehatan Mental
Seminar kesehatan mental perempuan tersebut digelar PCNU Kota Bogor di Balai Kota Bogor dengan melibatkan organisasi perempuan NU seperti Muslimat NU dan Fatayat NU.
Edi mengatakan gangguan kesehatan mental yang tidak terdeteksi dapat memicu berbagai persoalan keluarga, mulai dari keretakan rumah tangga hingga tindakan fatal.
Karena itu, pihaknya mulai mendorong seluruh lembaga di bawah naungan NU untuk melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga yang mengalami persoalan sosial maupun psikologis agar mendapatkan bantuan dan fasilitasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





