
Pantau - India menegaskan pentingnya jalur pelayaran yang aman dan tanpa hambatan di Selat Hormuz dalam pertemuan urusan luar negeri BRICS di New Delhi, Kamis (14/5), di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar menyebut konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu lalu lintas maritim serta infrastruktur energi dunia.
“Arus maritim yang aman dan tanpa hambatan melalui jalur air internasional, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah, tetap vital bagi kesejahteraan ekonomi global,” kata Jaishankar dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan BRICS itu dihadiri para menteri luar negeri negara anggota dan delegasi mitra, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Konflik Timur Tengah Jadi Sorotan BRICS
Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu aksi balasan Iran terhadap Israel serta sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Situasi memanas setelah Iran melakukan penutupan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia.
India menilai konflik tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu tekanan ekonomi internasional.
Gencatan Senjata Belum Hasilkan Solusi Permanen
Gencatan senjata sebenarnya mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan.
Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen antara pihak-pihak yang bertikai.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.
Meski demikian, situasi keamanan di kawasan Teluk masih menjadi perhatian negara-negara anggota BRICS karena ketegangan militer dan gangguan pelayaran belum sepenuhnya mereda.
- Penulis :
- Aditya Yohan





