
Pantau - Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta membawa delapan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial atau PPKS yang memenuhi trotoar di kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi mengatakan penertiban dilakukan setelah video keberadaan manusia gerobak dan pengemis di trotoar Jalan Mampang viral di media sosial.
“Satpol PP membawa delapan orang PPKS kepada Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 guna pelayanan dan penanganan lanjutan,” kata Satriadi di Jakarta, Jumat.
Penertiban Dilakukan Setelah Video Viral
Satriadi menjelaskan penertiban dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026, di kawasan Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Dalam video yang viral di akun Instagram @gedflip, terlihat sejumlah pengemis menggelar tikar dan spanduk di trotoar mulai dari sekitar Halte Mampang Prapatan hingga arah Warung Buncit.
Mereka tampak duduk berjajar sambil menunggu warga yang memberikan uang atau barang.
Satpol PP kemudian mengamankan delapan PPKS yang sebagian besar berusia lanjut untuk dibawa ke panti sosial.
Delapan PPKS tersebut yakni Suwino asal Tegal berusia 74 tahun, Udin asal Brebes berusia 63 tahun, Waskam asal Kuningan berusia 73 tahun, Budi Cahyono asal Kediri berusia 61 tahun, Slamet Basuki asal Jakarta berusia 65 tahun, Umardani asal Jakarta berusia 56 tahun, Juni Marlis asal Padang berusia 45 tahun, dan Abdul Hadi asal Jakarta berusia 61 tahun.
PPKS di Jaksel Didominasi Pendatang dari Daerah Penyangga
Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menyebut PPKS di wilayah Jakarta Selatan mayoritas berasal dari daerah penyangga Jakarta seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi.
Pihak Sudinsos juga memfasilitasi pemulangan PPKS ke daerah asal melalui kerja sama dengan transportasi resmi agar proses berjalan tertib dan terkoordinasi.
Selain itu, persepsi mengenai peluang ekonomi di Jakarta disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kedatangan PPKS ke ibu kota.
- Penulis :
- Aditya Yohan





