
Pantau - Seorang pendaki bernama Endang Subarna, 48 tahun, asal Jawa Barat, meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun pada Kamis, 14 Mei 2026.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB, Budy Kurniawan, mengatakan petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian.
“Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” ungkap Budy Kurniawan.
Kronologi Pendaki Jatuh Pingsan di Jalur Pendakian
Korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui jalur pendakian Sembalun pada Kamis pagi dengan didampingi porter, tour organizer, dan dua orang guide.
Rombongan sempat beristirahat di Pos 4 karena kondisi hujan yang mengguyur kawasan pendakian.
Setelah hujan reda sekitar pukul 16.00 Wita, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.
Sekitar 15 menit berjalan kaki, korban membuka jas hujan sebelum kembali melangkah beberapa meter di jalur pendakian.
Tidak lama kemudian, korban menunduk dan tiba-tiba jatuh pingsan di lokasi kejadian.
Guide yang mendampingi korban langsung memberikan penanganan awal dengan memanggil nama korban untuk menyadarkannya.
Namun korban tidak memberikan respons meski telah dipanggil berulang kali.
Petugas Lakukan Evakuasi dan Pertolongan Darurat
Di lokasi kejadian terdapat seorang dokter yang juga sedang melakukan pendakian dan langsung memberikan arahan pertolongan darurat kepada tim pendamping korban.
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis darurat di lokasi pendakian.
Petugas TNGR selanjutnya berkoordinasi dengan tim evakuasi EMHC setelah menerima laporan kecelakaan di Pos 4 jalur pendakian Sembalun.
Tim EMHC melakukan assessment kondisi korban sekaligus berkoordinasi dengan guide yang mendampingi korban selama pendakian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami gagal napas.
Petugas kemudian melakukan proses RJP atau resusitasi jantung paru dengan arahan dari tim medis EMHC.
Tim gabungan melakukan evakuasi secara cepat untuk membawa korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Namun korban akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban dievakuasi oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun sebelum dirujuk ke RSUD Selong.
- Penulis :
- Leon Weldrick





