
Pantau - Peternak sapi asal Jati Wonokromo, Bantul, Sarjono (51), mengaku gembira karena sapi peliharaannya bernama Mbah Iran terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2026.
Sarjono mengatakan proses pemilihan sapi diawali dari pengajuan dokter hewan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul.
“Awalnya dari dokter hewan yang mengajukan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, langsung dimasukkan ke Jakarta,” kata Sarjono.
Ia mengetahui sapinya terpilih sebagai hewan kurban Presiden setelah dihubungi utusan dari Jakarta melalui telepon pada bulan Mei.
Setelah itu, pihak Dinas Pleret Bantul melakukan survei ke lokasi dan memberikan vitamin serta obat cacing agar sapi tetap sehat.
Sapi Mbah Iran merupakan jenis Peranakan Ongole dengan berat sekitar satu ton.
Sarjono telah merawat sapi tersebut selama dua tahun sebagai salah satu sapi klangenannya.
Ia membeli sapi itu saat berusia tiga tahun dan kini usia sapi mencapai sekitar lima tahun.
“Senang, karena dibutuhkan sama orang nomor satu di Indonesia, (dibeli) Rp 90 juta,” ujar Sarjono.
Nama Mbah Iran Diambil dari Pemilik Sebelumnya
Nama Mbah Iran berasal dari nama pemilik sapi sebelumnya yang merupakan peternak asal Kebumen, Jawa Tengah.
“Dulu belinya saya dari Mbah Iran, terus saya namakan Mbah Iran,” kata Sarjono.
Setelah sapi terpilih menjadi hewan kurban Presiden, Sarjono memberikan perawatan khusus seperti rutin memandikan sapi dan mengawasi pakan.
“Perawatan ya juga khusus sekarang semenjak itu dibeli sama Pak Prabowo itu,” ujar Sarjono.
Sarjono Sudah Beternak Sapi Sejak Kecil
Sarjono mengaku sudah memelihara sapi sejak kecil dan kini memiliki sekitar delapan sapi di kandang dekat rumahnya.
Beberapa tahun sebelumnya, salah satu sapi milik Sarjono juga pernah dilirik untuk dijadikan hewan kurban mantan Presiden Joko Widodo.
Namun sapi tersebut tidak lolos seleksi karena ada syarat yang belum terpenuhi.
“Dulu pernah itu untuk Pak Jokowi yang tahun berapa itu, tapi tidak lolos karena ada syarat yang belum terpenuhi,” kata Sarjono.
- Penulis :
- Gerry Eka





