HOME  ⁄  Nasional

DEN Gandeng ITS Susun Roadmap Energi Nasional untuk Perkuat Transisi dan Ketahanan Energi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

DEN Gandeng ITS Susun Roadmap Energi Nasional untuk Perkuat Transisi dan Ketahanan Energi
Foto: Anggota Dewan Energi Nasional periode 2026-2030, Satya Widya Yudha memberikan cenderamata kepada Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof Agus Muhammad Hatta di sela-sela kegiatan di kampus setempat di Surabaya, Jatim, Senin 18/5/2026 (sumber: ANTARA/Willi Irawan)

Pantau - Dewan Energi Nasional (DEN) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menyusun peta jalan implementasi Kebijakan Energi Nasional guna memperkuat strategi transisi energi, ketahanan energi, dan penyiapan sumber daya manusia energi masa depan.

Kebijakan Energi Nasional tersebut telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 dan telah memperoleh persetujuan dari DPR RI.

Kolaborasi DEN dan ITS Susun Roadmap Energi

Anggota Dewan Energi Nasional periode 2026–2030, Satya Widya Yudha mengatakan DEN hadir di ITS untuk membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam implementasi kebijakan energi nasional.

Kolaborasi tersebut juga bertujuan menyerap masukan akademik terkait transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.

“Peraturan ini peraturan yang sangat tinggi hirarkinya di dalam sistem perundang-undangan kita. Kewajiban kami adalah mensosialisasikan apa-apa yang ada di dalam kebijakan energi nasional terkait strategi penurunan emisi karbon, skenario permintaan energi ke depan, dan kemampuan suplai energi,” ungkap Satya.

Satya mengatakan DEN dan ITS telah sepakat menyusun roadmap implementasi kebijakan energi nasional.

“Tadi sudah kita sampaikan ada kesepakatan membuat roadmap terhadap bagaimana kita bisa merealisasikan kebijakan energi nasional dan apa saja yang ITS bisa berkontribusi,” katanya.

Menurut Satya, pemerintah masih mempertahankan harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kilogram hingga akhir tahun meskipun terjadi gejolak harga energi global.

Ia menjelaskan pola subsidi energi saat ini masih berbasis komoditas.

Satya mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hemat energi.

Masyarakat juga didorong mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai beralih ke kendaraan listrik bagi yang mampu.

“Ke depan pemerintah sedang mengumpulkan data masyarakat rentan agar subsidi bisa diarahkan dari subsidi komoditas menjadi subsidi langsung kepada orang yang berhak menerima,” ujar Satya.

Perguruan Tinggi Dinilai Punya Peran Strategis

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Agus Muhammad Hatta mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan energi nasional.

Menurut Agus, perguruan tinggi berperan penting dalam penguasaan teknologi energi dan penyiapan sumber daya manusia.

“Perguruan tinggi, SDM, dan riset menjadi bagian penting dalam kebijakan energi nasional. Karena itu, roadmap penguasaan teknologi energi dan kesiapan SDM energi harus segera disiapkan,” kata Agus.

Ia mencontohkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) membutuhkan banyak teknisi dan insinyur.

Perguruan tinggi dinilai perlu menyesuaikan kurikulum untuk mendukung profesi di bidang energi terbarukan dan ekonomi hijau.

Agus menilai penyusunan roadmap energi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dinilai penting agar target ketahanan dan kemandirian energi nasional pada 2050 hingga 2060 dapat tercapai.

Penulis :
Arian Mesa