
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan angkutan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 1.570.911 ton sepanjang Januari hingga Juli 2026 atau meningkat 4,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebagai upaya menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional.
Volume Angkutan BBM Meningkat 4,01 Persen
KAI mencatat kenaikan volume angkutan BBM sebesar 60.624 ton dibandingkan Januari–Juli 2025 yang mencapai 1.510.287 ton.
Dengan capaian tersebut, rata-rata sekitar 7.410 ton BBM didistribusikan setiap hari melalui jaringan kereta api untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi BBM memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Ia mengungkapkan, "BBM berkaitan langsung dengan ritme kehidupan masyarakat. Ketersediaannya mendukung masyarakat beraktivitas, pelaku usaha menjalankan distribusi, serta barang kebutuhan mencapai berbagai daerah. Melalui layanan berbasis rel, KAI membantu menjaga aliran energi dari pusat pasokan menuju daerah distribusi secara terjadwal."
KAI bekerja sama dengan Pertamina Group mendistribusikan Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar menggunakan gerbong ketel yang menghubungkan pusat pasokan dengan terminal BBM di berbagai wilayah Jawa dan Sumatra.
KAI Dukung Ketahanan Energi Nasional
Menurut KAI, penggunaan kereta api untuk angkutan BBM memberikan kapasitas besar dalam satu perjalanan, jadwal distribusi yang terukur, serta membantu mengurangi beban distribusi logistik melalui jalan raya.
Perusahaan juga mendukung kebijakan energi nasional melalui penyesuaian distribusi Bio Solar dari B40 menjadi B50 sejak Juli 2026.
Anne mengatakan, "Ketahanan energi membutuhkan pasokan, infrastruktur, dan distribusi yang berjalan selaras. KAI mengambil peran pada sisi transportasi dengan memastikan rangkaian, gerbong ketel, jalur, serta proses operasional berada dalam kondisi andal agar energi dapat sampai ke daerah tujuan secara aman dan tepat waktu."
Untuk menjaga keselamatan dan keandalan layanan, KAI melakukan pemeriksaan sarana secara berkala, memastikan kesiapan awak sarana perkeretaapian, serta memperkuat koordinasi dalam proses pengisian, perjalanan, hingga pembongkaran BBM sesuai ketentuan keselamatan pengangkutan barang khusus.
KAI menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama Pertamina Group, pemerintah, regulator, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran distribusi energi serta mendukung sistem logistik nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



