HOME  ⁄  Nasional

Pramono Instruksikan Kadishub Baru Selesaikan Masalah Parkir Liar di Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pramono Instruksikan Kadishub Baru Selesaikan Masalah Parkir Liar di Jakarta
Foto: (Sumber : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta yang baru, Budi Awaluddin, untuk segera menyelesaikan persoalan parkir liar yang dinilai semakin meresahkan di ibu kota.

Pramono menyampaikan pesan tersebut saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, menjelang efektifnya Budi Awaluddin menjabat sebagai Kadishub DKI Jakarta per 1 Juni 2026.

“Ini menjadi tugas Kadishub yang baru. Salah satu tugas utamanya adalah menyelesaikan persoalan parkir liar yang ada di Blok M. Jadi, kalau nggak bisa diselesaikan, komplain Pak Budi, langsung di depan Pak Budi,” tegas Pramono.

DPRD Soroti Darurat Tata Kelola Parkir

Persoalan parkir liar di Jakarta sebelumnya juga mendapat sorotan dari Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.

Kenneth menilai masalah parkir di Jakarta sudah masuk tahap darurat tata kelola dan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan teknis semata.

"Ini bukan lagi persoalan kecil. Kekacauan parkir di Jakarta sudah masuk level darurat. Saya melihat ada masalah serius dalam pengawasan, transparansi, dan efektivitas kerja UPT Parkir," kata Kenneth.

Ia menyoroti lemahnya pengawasan Unit Pengelola Perparkiran, maraknya parkir liar, kebocoran pendapatan daerah, hingga sistem pembayaran tunai yang dinilai membuka celah pungutan liar.

Pemprov DKI Diminta Audit Sistem Parkir

Kenneth juga mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi total terhadap operator parkir yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Menurut dia, lelang ulang secara terbuka perlu dilakukan terhadap operator yang dinilai gagal menjalankan sistem parkir secara profesional.

Selain itu, DPRD DKI meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem parkir elektronik, titik parkir resmi, serta aliran pendapatan retribusi parkir yang selama ini menjadi perhatian publik.

Penulis :
Ahmad Yusuf