
Pantau - Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk membahas kondisi geopolitik di Timur Tengah serta keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di kawasan tersebut pada Selasa (19/5) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan konflik yang terjadi di Timur Tengah memberikan dampak besar terhadap geopolitik dunia, termasuk bagi Indonesia.
“Jadi serangan [Amerika Serikat dan Israel] ke Iran, mudah-mudahan tidak membawa kita dalam kesulitan walaupun tentu berdampak,” kata Utut saat memimpin rapat.
DPR Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
Utut menjelaskan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menghabiskan biaya sangat besar hingga mencapai ratusan triliun rupiah.
“Kalau kita rupiahkan AS sekitar 507 triliun. Kita bandingkan betapa kalau itu menimpa kita, kita akan sangat kerepotan,” ujarnya.
Ia berharap Indonesia tetap mampu memainkan peran strategis dalam politik internasional di tengah memanasnya konflik global.
“Kita berdoa kita tidak menjadi negara yang banyak musuh, tetapi kita berdoa juga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita makin memainkan peran politik penting di dunia,” ungkapnya.
Pasukan UNIFIL Jadi Pembahasan Utama
Rapat kerja tersebut juga membahas keberadaan pasukan perdamaian Indonesia di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL setelah empat prajurit TNI gugur akibat serangan Israel di Lebanon.
Utut mengatakan muncul pro dan kontra di masyarakat terkait usulan penarikan pasukan Indonesia dari Lebanon.
Namun, ia menegaskan konstitusi Indonesia mengamanatkan keterlibatan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.
“Di UNIFIL dari delapan ribu prajurit, kita yang terbesar, 754 orang,” katanya.
Selain isu geopolitik dan pasukan perdamaian, rapat juga membahas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui Major Defense Cooperation Partnership serta status siaga satu yang sempat diinstruksikan Panglima TNI.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





