
Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa pagi dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak gunung.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak disertai abu vulkanik berwarna kelabu tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.
Letusan Semeru Capai 4.676 Meter di Atas Permukaan Laut
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan erupsi kedua terjadi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 07.06 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Selasa.
Ia menjelaskan kolom abu pada erupsi kedua teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan.
Erupsi kedua terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 140 detik.
Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.54 WIB dengan tinggi kolom letusan yang juga mencapai 1 kilometer di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 145 detik," ujarnya.
Masyarakat Diminta Jauhi Radius Bahaya Semeru
Mukdas mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Mukdas.
Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





