
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat sebanyak 208 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026.
"Untuk total sejak Januari 2026 sampai hari ini (Selasa, 19/5) ada 208 kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Bengkulu," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu Marsellei Justia di Kota Bengkulu, Selasa (19/5/2026).
BMKG mencatat gempa dengan magnitudo terbesar terjadi pada 7 Maret 2026 di Kabupaten Mukomuko dengan kekuatan 5,7 magnitudo.
Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Bengkulu Utara dengan skala IV MMI, Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang III MMI, serta Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong II MMI.
Bengkulu Masuk Wilayah Rawan Gempa
Marsellei menjelaskan Provinsi Bengkulu termasuk daerah rawan gempa bumi karena berbatasan langsung dengan zona subduksi aktif lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Selain itu, wilayah Bengkulu juga dilalui sejumlah segmen sesar aktif yang memicu aktivitas kegempaan.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memahami langkah mitigasi bencana gempa bumi.
"Masyarakat juga agar selalu mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi apabila sewaktu-waktu merasakan gempa dan tidak terpancing dengan informasi atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Gempa Didominasi Kedalaman Dangkal
BMKG menyebut aktivitas gempa di Bengkulu didominasi gempa dangkal dengan rentang magnitudo 2,0 hingga 4,0.
Wilayah yang paling sering mengalami gempa bumi berada di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.
Sebelumnya, BMKG juga mencatat sebanyak 80 kejadian gempa terjadi di Bengkulu sejak Januari hingga Februari 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





