HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Catat 103 Karya Masuk dalam Lomba Video Tepuk Sakinah untuk Generasi Z

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenag Catat 103 Karya Masuk dalam Lomba Video Tepuk Sakinah untuk Generasi Z
Foto: Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi dalam konsinyering lomba video tepuk sakinah (sumber: Kemenag)

Pantau - Kementerian Agama menggelar lomba video Tepuk Sakinah yang ditujukan bagi masyarakat umum, khususnya generasi Z, sebagai upaya menghadirkan edukasi keluarga sakinah yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Lomba tersebut diikuti 103 karya video dari berbagai daerah di Indonesia hingga penutupan pendaftaran.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan program itu menjadi inovasi edukasi keluarga sakinah bagi generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian di Indonesia.

"Yang paling penting bagi kita adalah menghadirkan layanan terbaik. Jadi yang harus kita sadari bersama, kita ini adalah pelayan masyarakat," ungkap Zayadi.

Kemenag Dorong Layanan yang Adaptif dan Kreatif

Zayadi mengatakan masyarakat yang dilayani Kemenag sangat dinamis dan terdiri dari berbagai kelompok usia mulai generasi milenial, generasi Z, generasi alfa, hingga kelompok usia yang lebih tua.

Karena itu, menurutnya pendekatan layanan dan edukasi harus terus beradaptasi dengan perkembangan masyarakat.

Ia menilai kreativitas menjadi kunci menghadirkan layanan yang relevan dan menarik bagi masyarakat.

"Tidak harus mahal, tetapi harus memiliki kebaruan. Sesuatu yang memiliki kebaruan akan menjadi lebih menarik dan lebih mudah diingat masyarakat," katanya.

Zayadi juga mengingatkan Kemenag saat ini bekerja di ruang publik yang sangat terbuka sehingga setiap layanan dan program harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membangun citra positif Kantor Urusan Agama atau KUA.

"Jangan sampai ada jarak antara layanan yang kita berikan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Penilaian Masih Berlangsung

Dari total 103 karya yang masuk, sebanyak 56 karya berasal dari kategori ASN dan 47 karya lainnya berasal dari kategori masyarakat umum.

Saat ini proses penilaian masih berlangsung untuk menentukan video paling kreatif dalam lomba tersebut.

Zayadi menilai edukasi bagi remaja dan keluarga tidak lagi efektif apabila disampaikan terlalu teoritis.

"Format bimbingan remaja usia sekolah, bimbingan remaja usia nikah, maupun bimbingan keluarga sakinah jangan terlalu berat secara teori. Harus lebih seru, mudah diingat, dan mudah dipraktikkan dari A sampai Z," katanya.

Selain edukasi digital, Kemenag juga menyediakan layanan konsultasi keluarga di KUA bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau konsultasi persoalan keluarga.

Penulis :
Leon Weldrick