HOME  ⁄  Nasional

Pertamina dan SCUP Bedah Strategi Ketahanan serta Transisi Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina dan SCUP Bedah Strategi Ketahanan serta Transisi Energi Nasional
Foto: (Sumber : PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menyelenggarakan kegiatan Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (19/5).)

Pantau - PT Pertamina (Persero) bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menggelar Sokoguru Policy Forum di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (19/5), untuk membahas strategi penguatan ketahanan dan transisi energi nasional.

Forum bertema “Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional melalui Transformasi Strategis Pertamina” itu menghadirkan akademisi, regulator, praktisi, dan pengamat energi guna memberikan rekomendasi kebijakan strategis bagi sektor energi Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dadan Kusdiana mengatakan ketahanan energi nasional harus diperkuat melalui swasembada energi dan hilirisasi.

“Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan & transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi & petrokimia, pengembangan energi baru terbarukan serta pengembangan dekarbonisasi,” ujar Dadan.

Pertamina Tekankan Kebijakan Berbasis Data

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyebut nama Sokoguru Policy Forum terinspirasi dari pesan Presiden Prabowo Subianto yang menilai Pertamina sebagai sokoguru ketahanan energi dan ekonomi nasional.

Oki menegaskan setiap pengembangan proyek dan kebijakan strategis Pertamina harus didasarkan pada data akurat dan fakta lapangan.

Ia mengungkapkan kebijakan strategis perusahaan harus mengedepankan prinsip evidence-based policy agar mampu menjawab tantangan energi masa depan.

Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani menambahkan ketahanan energi merupakan proses panjang yang harus dihadapi melalui pembelajaran terhadap dinamika global, disrupsi teknologi, dan geopolitik.

“Hal tersebut telah, sedang, dan akan terus menjadi fokus utama Pertamina sebagai BUMN strategis nasional melalui Dual Growth Strategy sebagaimana tertuang dalam RJPP Pertamina,” ungkapnya.

Bahas Hulu Migas hingga Energi Rendah Emisi

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai transisi energi melalui optimalisasi sektor hulu migas, pengembangan energi rendah emisi, serta percepatan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF).

“Forum ini juga menekankan pentingnya proses dialog strategis dan knowledge sharing secara kolaboratif dan berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan kebijakan yang mampu menopang kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan energi nasional,” kata Agung.

Diskusi panel dalam forum tersebut turut menghadirkan Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Senior Fellow SCUP Retno Gumilang Dewi, Pengamat Hulu Migas Benny Lubiantara, dan Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro.

Para panelis membahas penguatan sektor hulu migas, optimalisasi produksi nasional, pengembangan gas sebagai energi transisi, percepatan hilirisasi energi, hingga pengembangan biofuel dan biorefinery.

Sebagai penutup forum, dilakukan penyerahan simbolis policy paper hasil kajian akademis Senior Fellow SCUP kepada Kementerian ESDM.

Penulis :
Ahmad Yusuf