HOME  ⁄  Geopolitik

Rosatom Siapkan Tiga MoU Strategis Saat Putin Kunjungi China

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rosatom Siapkan Tiga MoU Strategis Saat Putin Kunjungi China
Foto: Arsip - Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu 4/2/2026 (sumber: Kementerian Luar Negeri China)

Pantau - Perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, akan menandatangani tiga nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) selama kunjungan resmi Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pada 19-20 Mei 2026.

CEO Rosatom Alexey Likhachev pada Selasa, 19 Mei 2026, mengatakan tiga memorandum telah disiapkan untuk ditandatangani bersama mitra di China.

“Kami telah menyiapkan tiga memorandum untuk ditandatangani selama kunjungan Presiden Putin,” ungkap Likhachev.

Salah satu MoU yang akan diteken berkaitan dengan penelitian dan pengembangan energi termonuklir antara Rosatom dan Departemen Sains dan Teknologi China.

Likhachev mengatakan kerja sama tersebut juga mencakup penelitian termonuklir dan pengembangan teknologi energi masa depan.

Kerja Sama Nuklir dan Pengembangan SDM

Rosatom juga menyiapkan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia energi nuklir dengan pihak China.

Perusahaan tersebut menyatakan siap berbagi pengalaman dalam pengembangan SDM sektor energi nuklir.

“Kami siap berbagi pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang energi nuklir,” ujar Likhachev.

Menurut Rosatom, kerja sama itu menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis Rusia dan China di sektor teknologi tinggi dan energi.

Delegasi Rusia Datang dengan Formasi Lengkap

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan resmi ke China atas undangan Presiden China Xi Jinping.

Sebelum kunjungan berlangsung, asisten presiden Rusia Yury Ushakov menyebut delegasi Rusia yang datang ke China sangat representatif.

Delegasi Rusia terdiri dari lima wakil perdana menteri dan delapan menteri.

Kepala bank sentral Rusia, kepala perusahaan negara, serta kepala daerah Rusia juga turut hadir dalam rombongan tersebut.

Likhachev menambahkan bahwa China semakin menunjukkan minat terhadap kerja sama di Jalur Laut Utara Rusia.

“Ketertarikan China terhadap kerja sama Jalur Laut Utara terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Likhachev.

Penulis :
Leon Weldrick