HOME  ⁄  Nasional

Gen Z Ramai Pilih Kereta Api karena Dinilai Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gen Z Ramai Pilih Kereta Api karena Dinilai Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Foto: (Sumber : Arsip - Penumpang bersiap menaiki kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyediakan 242.169 tiket kereta pada masa libur panjang Kenaikan Isa Almasih pada 13-18 Mei 2026. (ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.).)

Pantau - Generasi Z menjadi kelompok penumpang baru yang terus bertumbuh di PT Kereta Api Indonesia (KAI) karena menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan masa depan.

Gen Z Dorong Tren Penggunaan Kereta Api

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba mengatakan tren anak muda menggunakan kereta api kini berkaitan erat dengan kesadaran terhadap isu lingkungan dan pengurangan polusi.

“Anak muda yang naik kereta itu sudah berbicara soal keberlanjutan,” kata Anne Purba.

Ia mengungkapkan KAI juga mulai menerapkan sejumlah langkah untuk mendukung kesadaran lingkungan tersebut, salah satunya dengan mencantumkan jejak karbon pada tiket perjalanan.

"Ini juga kami tangkap dengan mengimplementasikan beberapa hal di KAI, seperti mencantumkan jejak karbon di tiket, sehingga mereka tahu kontribusi mereka dalam mengurangi polusi," ungkapnya.

Sepanjang 2025, volume penumpang KAI tercatat mencapai lebih dari 500 juta perjalanan.

Sementara pada kuartal pertama 2026, jumlah perjalanan penumpang mencapai sekitar 128 juta.

KAI juga memproyeksikan pertumbuhan penumpang sebesar 6 hingga 8 persen pada tahun ini.

Namun, sejumlah layanan seperti kereta jarak jauh dan kereta lokal mengalami pertumbuhan di atas 15 persen, sedangkan layanan LRT dan KRL tumbuh lebih dari 10 persen.

KAI Siapkan Investasi dan Tingkatkan Layanan

Anne mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang membuat KAI menyiapkan investasi jangka pendek dan jangka panjang untuk lima tahun ke depan.

“Potensi-potensi inilah yang membuat KAI harus menyiapkan investasi jangka pendek maupun jangka panjang dalam lima tahun ke depan karena kami melihat pertumbuhan yang terus meningkat,” ujarnya.

Pertumbuhan penumpang juga terjadi di luar Jabodetabek, termasuk pada lintas KRL Yogyakarta-Solo yang kini mampu melayani hampir 20 ribu penumpang per hari kerja dan lebih dari 40 ribu penumpang saat libur panjang.

KAI juga mengembangkan layanan berdasarkan masukan pelanggan yang dihimpun melalui sistem Customer License Management yang terintegrasi dengan data tiket dan Dukcapil.

Dalam lima tahun terakhir hingga pertengahan Maret 2025, KAI menerima sekitar 12,6 juta masukan pelanggan untuk peningkatan layanan.

“Investasi dilakukan berdasarkan voice of customer dan penentuan service level agreement yang harus dipenuhi,” kata Anne.

KAI juga melakukan investasi pada sistem CCTV analitik untuk menangani kasus pelecehan seksual di transportasi publik.

“Satu laporan pelecehan seksual saja bisa mempengaruhi keyakinan orang untuk naik transportasi publik,” ujarnya.

Ke depan, KAI akan mengembangkan elektrifikasi jalur KRL menuju Karawang dan Merak, reaktivasi jalur lama, serta integrasi transportasi dengan Transjakarta dan layanan ojek daring.

“Kepada masyarakat Indonesia, pelanggan kami, ketahui bahwa naik kereta api adalah langkahmu untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dari polusi,” kata Anne.

Penulis :
Ahmad Yusuf