
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Green Building Council Indonesia (GBCI) membahas penguatan konsep green building melalui kolaborasi kreatif untuk memperluas edukasi gaya hidup berkelanjutan kepada masyarakat.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan isu keberlanjutan perlu disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda dan komunitas.
“Kita ingin sustainability menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami. Anak-anak muda sekarang punya perhatian besar terhadap isu lingkungan. Tinggal bagaimana kita menghadirkan ruang kolaborasi dan pendekatan kreatif supaya pesan keberlanjutan ini semakin luas diterima,” ujar Irene Umar dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pendekatan Kreatif Perluas Literasi Lingkungan
Irene menilai pendekatan kreatif dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan literasi keberlanjutan di masyarakat.
Menurut dia, media seperti film, aktivitas publik, hingga kolaborasi dengan figur publik bisa dimanfaatkan untuk memperluas pemahaman tentang gaya hidup ramah lingkungan.
Ia juga menegaskan gaya hidup berkelanjutan sejalan dengan penguatan ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth menuju Indonesia Emas 2045.
“Green building jangan hanya dipandang sebagai sertifikasi gedung besar saja. Kita ingin bagaimana konsep keberlanjutan ini bisa dipahami sampai ke tingkat masyarakat paling kecil, karena ketika masyarakat merasakan langsung manfaatnya seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, dan lingkungan yang lebih sehat, maka perubahan akan lebih mudah terjadi,” ungkapnya.
GBCI Siapkan Festival Bangunan Hijau
Dalam audiensi tersebut, GBCI memaparkan rencana penyelenggaraan “Green Building Festival” pada September 2026.
Festival itu akan menghadirkan berbagai program edukasi publik, termasuk inisiatif “Green Building Goes to Kampung” untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai praktik ramah lingkungan.
Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta mengatakan pihaknya juga membahas pengembangan green financing, pemanfaatan teknologi sensor pintar untuk efisiensi energi, serta penguatan ekosistem bangunan rendah karbon.
“Fokus kami adalah bagaimana gedung, kawasan, dan industri bisa menerapkan prinsip hijau sesuai kaidah keberlanjutan. Karena itu kami menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kementerian Ekraf untuk memperluas edukasi dan sosialisasi sustainability kepada masyarakat,” kata Ignesjz.
GBCI diketahui merupakan organisasi independen nirlaba yang berdiri sejak 2009 dan menjadi bagian dari jaringan World Green Building Council yang menaungi lebih dari 70 negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





