
Pantau - Kementerian Pariwisata menyusun Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) hingga tahun 2045 sebagai pedoman strategi dan kebijakan pembangunan sektor pariwisata Indonesia.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Fahlevi mengatakan rencana induk tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan destinasi wisata nasional.
Menurut Reza, elemen utama dalam RIPPARNAS meliputi perencanaan strategis, kolaborasi pemangku kepentingan, keberlanjutan, pengalaman pengunjung, hingga manajemen risiko.
"Dalam pengembangan destinasi, kolaborasi dan sinergi merupakan keharusan, dan diperlukan entitas organisasi di destination management yang berperan sebagai orkestrator di destinasi pariwisata," kata Reza dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu.
Fokus pada 10 Destinasi Prioritas
Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) untuk enam destinasi prioritas dan tengah menyelesaikan empat destinasi lainnya.
Sepuluh destinasi prioritas tersebut meliputi Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, Tanjung Kelayang, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, Morotai, dan Raja Ampat.
Reza menegaskan pemerintah ingin menghadirkan destinasi wisata yang memiliki daya saing global sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Selain pengembangan destinasi, pemerintah juga memetakan kebutuhan infrastruktur pendukung di kawasan prioritas pariwisata serta tiga destinasi regeneratif yakni Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.
Pemerintah Dorong Pembiayaan Inovatif
Reza mengakui pembangunan infrastruktur pariwisata masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek pembiayaan dan penyusunan rencana bisnis.
"Pembangunan infrastruktur masih menghadapi tantangan dalam hal pembiayaan dan rencana bisnis. Kolaborasi dengan mitra strategis untuk pembiayaan inovatif dan berkelanjutan tentu sangat diperlukan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pariwisata Norman Sasono menyebut Rencana Strategis Kementerian Pariwisata 2025-2029 menjadi pedoman bersama dalam membangun sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menambahkan rencana pembangunan pariwisata tersebut merupakan turunan dari rencana pembangunan jangka panjang nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





