
Pantau - Kementerian Pariwisata berencana memasang 136 mooring buoy atau pelampung tambat di kawasan Raja Ampat sebagai upaya melindungi status UNESCO Global Geopark sekaligus menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di destinasi wisata unggulan tersebut.
Upaya Lindungi Terumbu Karang Raja Ampat
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemasangan mooring buoy diperlukan karena banyak kapal wisata yang berlayar di kawasan Raja Ampat untuk aktivitas diving.
Menurutnya, kapal-kapal wisata masih sering menjatuhkan jangkar sembarangan yang berpotensi merusak terumbu karang di perairan Raja Ampat.
“Hasil peninjauan sebelumnya menunjukkan masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki di Raja Ampat,” ungkap Widiyanti.
Ia mengatakan perbaikan tersebut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, hingga pelaku industri pariwisata setempat.
Widiyanti menegaskan salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga daya dukung destinasi wisata di kawasan perairan Raja Ampat.
Pemerintah Soroti Persoalan Sampah
Selain aktivitas kapal dan diving, pemerintah juga menyoroti persoalan sampah di kawasan wisata Raja Ampat.
Pemerintah berupaya mencegah kapal-kapal yang singgah di Raja Ampat membuang sampah langsung ke laut.
Widiyanti menyarankan pengelola dan pemerintah daerah memasang jaring di area sungai untuk mencegah sampah masuk ke kawasan daratan dan laut Raja Ampat.
Menurutnya, penanganan masalah sampah membutuhkan upaya besar serta biaya operasional yang tidak sedikit sehingga strategi pengelolaannya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Kami ingin membangun pariwisata Raja Ampat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti.
Sebelumnya, Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan hanya pengakuan internasional, tetapi juga komitmen jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kawasan Raja Ampat.
Ia menyebut perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal harus berjalan bersama agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Widiyanti juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.
Tim asesor UNESCO dijadwalkan datang ke Indonesia pada Agustus 2026 untuk melakukan validasi ulang terhadap status geopark Raja Ampat.
Pemerintah menilai proses validasi ulang tersebut sangat penting untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark Raja Ampat.
- Penulis :
- Leon Weldrick





