
Pantau - Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Krüger Giverin merefleksikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum kebangkitan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan global.
Dalam peluncuran film dokumenter lingkungan "Merawat Esok" di Jakarta, Rabu, Rut mengatakan semangat perjuangan pemuda Indonesia pada 1908 relevan diterapkan untuk menjaga kelestarian alam dan hutan saat ini.
"Hal yang sama terjadi hari ini, tetapi tantangannya berbeda. Tantangan sekarang adalah kerusakan alam dan lingkungan, hilangnya hutan, kebakaran, dan iklim yang berubah cepat. Persoalan hutan dan lingkungan bukan kisah tentang masa depan, ini adalah kisah tentang masa kini," ujarnya.
Rut menegaskan upaya penyelamatan lingkungan tidak cukup hanya dibahas di ruang rapat atau layar komputer, melainkan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi semua pihak.
Norwegia Apresiasi Indonesia Tekan Deforestasi
Kedutaan Besar Norwegia juga mengapresiasi kemitraan strategis dengan Indonesia dalam isu lingkungan hidup dan kehutanan.
Rut memuji keberhasilan Indonesia menekan angka deforestasi yang kini dinilai menjadi contoh positif di tingkat global.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Norwegia telah menyalurkan kontribusi berbasis hasil sebesar 216 juta dolar AS untuk mendukung program lingkungan di Indonesia.
"Pesan utama saya adalah peran penting ibu, bapak, dan kawan-kawan semua untuk terus bergerak bersama, berkolaborasi sesuai dengan proporsi dan kapasitas masing-masing. Terima kasih atas dedikasi anda semua," katanya.
Kemenhut Butuh Dana Rp204 Triliun untuk FOLU Net Sink 2030
Kementerian Kehutanan menyebut sektor kehutanan dan lahan memiliki kontribusi 60 persen dalam target penurunan emisi gas rumah kaca nasional pada 2030.
Project Manager FOLU NC 2&3 Kementerian Kehutanan Arga Paradita Sutiyono mengatakan tanpa langkah mitigasi, emisi gas rumah kaca Indonesia diprediksi mencapai 2,8 miliar ton CO2 ekuivalen pada 2030.
Pemerintah menargetkan penurunan emisi menjadi 1,2 miliar ton CO2 ekuivalen melalui program FOLU Net Sink 2030.
Strategi yang dilakukan meliputi penanaman pohon, perlindungan kawasan hutan lindung dan taman nasional, hingga perlindungan lahan gambut.
Namun, Arga mengakui kebutuhan pendanaan menjadi tantangan besar karena target tersebut membutuhkan dana sekitar Rp204 triliun, sementara anggaran kementerian hanya sekitar Rp6 triliun per tahun.
- Penulis :
- Aditya Yohan





