
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta seluruh perangkat daerah mulai menyusun dan mendokumentasikan buku sejarah institusi masing-masing sebagai upaya menjaga memori organisasi dan sejarah pembangunan Jakarta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan institusi besar harus memiliki memori organisasi yang kuat melalui dokumentasi arsip yang baik.
“Dari arsip-arsip itu, nanti dapat disusun narasi sejarah pembangunan Jakarta secara utuh,” kata Djoko dalam acara daring yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan dokumentasi sejarah mencakup catatan para pemimpin dari masa ke masa, kebijakan strategis, inovasi, hingga dampak kebijakan terhadap masyarakat.
Arsip Jadi Fondasi Kota Global
Djoko menegaskan kota besar tidak hanya ditandai dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menjaga memori sejarahnya.
“Jakarta juga harus bergerak ke sana, menjadi kota global yang tidak tercerabut dari sejarah dan memorinya sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, arsip dan dokumentasi di kota-kota besar dunia menjadi fondasi penting dalam membangun identitas kota dan kesinambungan kebijakan.
Ia menambahkan menjelang usia lima abad Jakarta, tanggung jawab perangkat daerah tidak hanya membangun kota secara fisik, tetapi juga menjaga jejak sejarah dan gagasan pembangunan.
Buku Sejarah Jadi Warisan Generasi Mendatang
Djoko mengatakan arsip memiliki peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.
“Hakikatnya arsip bukan sekadar tentang masa lalu. Arsip adalah empowering the future. Arsip memberi dasar pengambilan keputusan yang lebih baik, menjadi sumber pembelajaran generasi berikutnya, dan memastikan pembangunan memiliki kesinambungan arah,” ucapnya.
Pemprov DKI sebelumnya juga telah memperkuat kerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk penguatan pengelolaan arsip sejarah Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





